Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Kecam Serangan ke Al-Aqsa, AWG: Bukti Zionis Israel adalah Teroris

Ahad 17 Apr 2022 08:05 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pasukan keamanan Israel berkumpul selama bentrokan dengan demonstran Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat, 15 April 2022. Aqsa Working Group (AWG) mengutuk keras serangan brutal aparat Zionis Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjid Al-Aqsa, Kota Al-Quds, Palestina, pada Jumat (15/4/2022).  Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorulla mengatakan, serangan tentara Zionis Israel terhadap jamaah shalat subuh di Masjid Al-Aqsa, keterlaluan dan bukti merekalah yang sebenar-benarnya teroris.

Pasukan keamanan Israel berkumpul selama bentrokan dengan demonstran Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat, 15 April 2022. Aqsa Working Group (AWG) mengutuk keras serangan brutal aparat Zionis Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjid Al-Aqsa, Kota Al-Quds, Palestina, pada Jumat (15/4/2022). Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorulla mengatakan, serangan tentara Zionis Israel terhadap jamaah shalat subuh di Masjid Al-Aqsa, keterlaluan dan bukti merekalah yang sebenar-benarnya teroris.

Foto: AP/Mahmoud Illean
AWG menyebut serangan aparat Israel ke Masjid Al Aqsa nodai bulan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aqsa Working Group (AWG) mengutuk keras serangan brutal aparat Zionis Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjid Al-Aqsa, Kota Al-Quds, Palestina, pada Jumat (15/4/2022).  Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorulla mengatakan, serangan tentara Zionis Israel terhadap jamaah shalat subuh di Masjid Al-Aqsa, keterlaluan dan bukti merekalah yang sebenar-benarnya teroris.

Menurutnya, selain provokatif dapat memicu perang dan peningkatan eskalasi di wilayah pendudukan termasuk Gaza, entitas apartheid itu juga menodai kesucian bulan Ramadhan dan Al-Aqsa sebagai kiblat pertama bagi umat muslim dunia. 

Baca Juga

"Serangan tersebut semakin membuktikan bahwa Zionis lah yang sebenar-benarnya teroris," kata Anshorullah kemarin.

Untuk itu, AWG mengajak umat Islam di seluruh dunia dan komunitas internasional, OKI, negara-negara Arab, Eropa, Amerika dan pemerintah Indonesia, segera bertindak, melakukan aksi yang benar-benar nyata dan konkret, mendesak Zionis Israel bersama pemukim ekstrimis Yahudi menghentikan segala bentuk kekerasannya kepada warga Palestina dan menodai situs-situs suci keagamaan di sana. 

"AWG juga mengajak seluruh umat Islam Dunia, khususnya masyarakat Muslim Indonesia untuk mendoakan warga Palestina agar diberikan perlindungan dan kekuatan dalam mempertahankan diri dan melawan kedzaliman entitas Zionis Israel," katanya. 

M. Anshorullah mengatakan, AWG menyerukan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa agar menghentikan narasi dan kebijakan hipokrit. Keras terhadap invasi Rusia ke Ukraina tapi tak melakukan apa-apa terhadap kedzaliman Zionis Israel, dan justru mensponsori kejahatan mereka.

Pasukan Zionis menyerang jamaah Muslim Palestina yang sedang melakukan shalat Subuh di dalam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Jumat (15/4).

Media lokal melaporkan, lebih 230 orang terluka ketika pasukan militer Israel menembakkan peluru baja berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut di dalam halaman dan aula masjid dalam serangan fajar itu.

Serangan itu terjadi saat Muslim Palestina bersiap untuk menghadiri shalat Jumat kedua Ramadhan di Masjid Al-Aqsa karena puluhan ribu orang diperkirakan akan berada di sana.

Serangan juga bertepatan dengan hari raya Paskah Yahudi, yang berlangsung pada 15-23 April 2022, di mana kelompok pemukim ekstrimis Yahudi telah bersumpah untuk menyerang Masjid Al-Aqsa dan menyembelih hewan di dalam halamannya sebagai pengorbanan agama. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA