Ahad 17 Apr 2022 06:18 WIB

Pemprov Sumbar Siap Menyambut 1,8 Juta Perantau 'Pulang Kampuang'

Pemprov Sumbar mengaku siap menyambut sebanyak 1,8 juta perantau yang pulang kampung.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bilal Ramadhan
Pemudik tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat. Pemprov Sumbar mengaku siap menyambut sebanyak 1,8 juta perantau yang pulang kampung.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Pemudik tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat. Pemprov Sumbar mengaku siap menyambut sebanyak 1,8 juta perantau yang pulang kampung.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, memprediksi akan ada 1,8 juta perantau dari Minangkabau yang akan mudik ke kampung halaman pada momen Lebaran Idul Fitri 1443 H ini. Mahyeldi meminta seluruh jajarannya agar menyiapkan sambutan yakni dengan memberikan kenyamanan selama berada di Sumbar.

"Rapikan jalan di sepanjang kewenangan kita, kalau bisa di setiap perbatasan dibersihkan, kapan perlu dibuat ucapan selamat datang dengan spanduk di semua perbatasan Sumatera Barat, sehingga perantau merasa senang dan nyaman pulang ke Sumbar," kata Mahyeldi, Sabtu (16/4/2022).

Baca Juga

Mahyeldi minta jajarannya berkomunikasi dengan seluruh 19 kota dan kabupaten di Sumbar agar bersama-sama menyambut pemudik yang akan pulang kampung. Selain untuk berlebaran, akan ada banyak juga perantau yang ingin berwisata ke banyak tempat di Sumatra Barat.

"Agar perantau merasa nyaman pulang kampung, mari pastikan di lokasi wisata terbebas dari hal-hal yang dapat merusak kepariwisataan kita. Antara lain soal ketersediaan dan kebersihan toilet, adanya tempat sholat yang bersih, penyediaan tempat sampah yang cukup, ketertiban perparkiran, pastikan kemungkinan pungli dan atau pemalakan tidak ada," ucap Mahyeldi.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, juga mengusulkan agar dibuat buku panduan mudik Sumatera Barat dalam bentuk PDF yang nantinya bisa disebarkan di seluruh aplikasi chat dan media sosial.

Buku panduan itu juga nanti akan dibuat Barcode nya, akan ditempel di setiap perbatasan dan tempat peristirahatan dimana para wisata bisa melihat, dan scan di ponsel.

"Tolong nanti OPD terkait agar nanti bisa ditempel di seluruh tempat wisata, SPBU, terminal, di setiap rumah sakit, Bandara dan pelabuhan serta masjid, silakan dibuka barcodenya tinggal kita scan untuk mendapatkan informasi buku panduan mudik Sumatera Barat dan nomor telepon hotline yang aktif 24 jam merespon semua aduan masyarakat," pinta wagub.

Beberapa persoalan lain yang juga dibahas serius dalam rapat tersebut di antaranya adalah masalah potensi kemacetan di berbagai titik dan bagaimana rekayasa lalu lintasnya, keamanan pengunjung, kelangkaan BBM dan solusinya serta pembahasan harga bahan pokok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement