Ahad 17 Apr 2022 08:18 WIB

Cara Cermat Mudik Bawa Barang dengan Mobil

Beban mobil harus diperhitungkan agar tidak mengalami overload.

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih
Pemudik (ilustrasi)
Foto: Republika/ Wihdan
Pemudik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat mudik, biasanya pengendara mobil akan membawa bawaan seperti pakaian, oleh-oleh dan barang lainya. Hal ini pun membuat mobil berpotensi mengalami overload karena biasanya mobil juga mengangkut seluruh anggota keluarga.

Departement Head Dealer Technical Suport PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi mengatakan, agar perjalanan bisa dilalui dengan aman dan nyaman, pengendara juga harus memperhatikan soal total beban yang harus diboyong pulang. Hal ini merupakan hal sederhana namun kerap kurang mendapat perhatian dari pengendara.

Baca Juga

"Padahal, total beban muatan tentu memiliki sejumlah dampak terhadap sejumlah aspek. Sedangkan, saat mudik, kendaraan roda empat kerap digunakan secara full capacity plus barang bawaan yang menggunung di atap mobil," kata Didi kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Tidak ada salahnya untuk mencari tahu terlebih dahulu jumlah bobot maksimal dari mobil yang akan dikendarai. Menurutya, sejumlah mobil seven seater memiliki bobot beban maksimal sekitar 550 kilogram.

“Di kira-kira saja. Untuk mobil tujuh penumpang, jika rata-rata bobot penumpang skitar 70 kilogram maka total nya 490 kilogram. Artinya, berat barang bawaan sebaiknya tidak lebih dari 60 kilogram,” ujarnya.

Ia menekankan, hal ini perlu diperhatikan karena cukup berkaitan dengan aspek keselamatan berkendara. Salah satu hal yang cukup berpengaruh adalah soal pengendalian kendaraan. Karena total beban otomatis berdampak pada kinerja suspensi dan stabilitas berkendara.

“Handling pasti terpengaruh. Selain itu, semakin berat bebanya, jarak pengereman pun juga akan semakin jauh,” kata dia.

Pengendara sangat disarankan untuk memperhatian total beban sehingga bisa memastikan perjalanan akan berjalan dengan lancar. Hal ini pun jadi hal yang krusial bagi pengendara yang melalui jalanan berliku, menanjak, menurun atau bergelombang.

Mengingat, dalam kondisi itu, sejumlah komponen seperti mesin, pengereman dan suspensi akan bekerja lebih ekstra. Jika lali memperhatikan hal itu, maka kendaraan berpotensi tak kuat menanjak, mengalami persoalan pengereman dan persoalan lainya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement