Sabtu 16 Apr 2022 17:05 WIB

Yordania dan Palestina Tekankan Eskalasi di Al Aqsa Berbahaya

Pejabat Yordania dan Palestina mengutuk serangan di masjid suci Muslim.

Yordania dan Palestina pada Jumat (15/4/2022) menyebut eskalasi yang sedang berlangsung di Masjid Al Aqsa di Yerusalem sebagai insiden
Yordania dan Palestina pada Jumat (15/4/2022) menyebut eskalasi yang sedang berlangsung di Masjid Al Aqsa di Yerusalem sebagai insiden "berbahaya".

REPUBLIKA.CO.ID., AMMAN -- Yordania dan Palestina pada Jumat (15/4/2022) menyebut eskalasi yang sedang berlangsung di Masjid Al Aqsa di Yerusalem sebagai insiden "berbahaya". Kedua negara mendesak Israel untuk menghentikan semua tindakan "ilegal dan provokatif".

Peringatan itu muncul selama percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Organisasi Pembebasan Palestina Hussein al-Sheikh, beberapa jam setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al Aqsa, melukai puluhan warga Palestina di masjid dan menangkap orang-orang.

Baca Juga

Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Yordania, kedua pejabat tersebut sepakat bahwa penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh tentara dan polisi Israel, serta korban luka dan penangkapan yang diakibatkannya adalah “eskalasi berbahaya dan mengancam keadaan yang akan meledakkan situasi. ”

Mereka meminta Israel untuk menghentikan semua tindakan "ilegal dan provokatif" di Masjid Al Aqsa yang merusak "semua upaya yang dilakukan untuk menjaga ketenangan yang komprehensif," mendesak negara Yahudi untuk menghormati hak-hak jamaah Muslim untuk menjalankan ritual keagamaan mereka secara bebas dan tanpa batasan.

Dalam pernyataan lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Haitham Abu Alfoul mengutuk penyerbuan polisi Israel ke Masjid Al Aqsa dan serangan terhadap jamaah.

"Penyerbuan Masjid Al Aqsa dan serangan terhadap jamaah adalah pelanggaran mencolok, dan perilaku yang terkutuk dan tidak dapat diterima," kata Alfoul, menyerukan Israel untuk mematuhi kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak awal April di tengah serangan Israel berulang kali untuk menangkap orang-orang Palestina yang "dicari".

Bentrokan meletus antara pasukan Israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsha setelah Salat Subuh pada Jumat pagi di halaman masjid yang menyebabkan 153 warga Palestina terluka, sementara Otoritas Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengatakan polisi Israel menangkap 400 warga Palestina dari masjid.

Pejabat Palestina dan Israel saling tuding bertanggung jawab atas bentrokan tersebut.

 

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/yordania-dan-palestina-tekankan-eskalasi-di-al-aqsa-berbahaya/2564942
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement