Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Covid-19 Melandai, Angka Permohonan Paspor di Imigrasi Soekarno-Hatta Naik Tajam

Sabtu 16 Apr 2022 08:27 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (2/1/2022). Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat adanya kenaikan signifikan permohonan paspor. Ilustrasi.

Sejumlah penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (2/1/2022). Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat adanya kenaikan signifikan permohonan paspor. Ilustrasi.

Foto: Antara/Fauzan
Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat adanya kenaikan signifikan permohonan paspor

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat adanya kenaikan yang signifikan pada angka penerbitan paspor pada Januari hingga April 2022. Peningkatan itu terjadi seiring dengan kondisi melandainya kasus Covid-19 beriringan dengan sejumlah kebijakan pelonggaran yang dilakukan oleh pemerintah.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak Imigrasi Soekarno-Hatta, jumlah penerbitan paspor pada Januari 2022 berjumlah 1.139 meliputi 392 paspor biasa dan 747 paspor elektronik. Angka itu mengalami kenaikan enam persen pada Februari 2022 dengan jumlah 1.208 meliputi 328 paspor biasa dan 880 paspor elektronik.

Baca Juga

"Sedangkan pada Maret 2022 meningkat signifikan hingga 131 persen dibanding bulan Februari 2022. Angkanya 2.796 meliputi 845 paspor biasa dan 1.951 paspor elektronik," tutur Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhammad Tito dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/4/2022).

Data yang sama menunjukkan penerbitan paspor pada 1-13 April 2022 menyentuh angka 2.037 terdiri dari 524 paspor biasa dan 1.513 paspor elektronik. "Masih ada kemungkinan peningkatan di bulan April 2022, mengingat sampai tanggal 13 April 2022 saja telah terbit sejumlah 2.037. Masih ada lebih kurang 10 hari kerja aktif sebelum libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 2022," terangnya.

Tito menyebut lonjakan angka penerbitan paspor itu terjadi seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 secara global yang mengalami penurunan. Kini, protokol bagi pelaku perjalanan internasional semakin mudah.

Sejumlah negara telah membuka perlintasan bagi masyarakat internasional. Bahkan beberapa negara telah kembali memberlakukan bebas visa untuk tujuan wisata. Kuota untuk ibadah umroh dan haji bagi warga negara Indonesia pun sudah dibuka.

"Serentetan kejadian itulah yang mungkin menjadi penyebab utama lonjakan permohonan paspor," kata dia. Dengan adanya kenaikan signifikan pada angka penerbitan paspor tersebut, Tito memastikan pihaknya menyiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi kemungkinan lonjakan-lonjakan di beberapa hari ke depan agar terkondisikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA