Sabtu 16 Apr 2022 07:40 WIB

Ribuan Warga Berdansa Rayakan 110 Tahun Pendiri Korut Kim Il Sung

Tidak ada parade militer dalam perayaan HUT Kim Il Sung.

Warga mengunjungi patung perunggu mendiang pemimpin mereka Kim Il Sung, kiri, dan Kim Jong Il di Bukit Mansu di Pyongyang, Korea Utara Kamis, 16 Desember 2021, dalam rangka peringatan 10 tahun kematian Kim Jong Il. Ribuan Warga Berdansa Rayakan 110 Tahun Pendiri Korut Kim Il Sung
Foto: AP/Cha Song Ho
Warga mengunjungi patung perunggu mendiang pemimpin mereka Kim Il Sung, kiri, dan Kim Jong Il di Bukit Mansu di Pyongyang, Korea Utara Kamis, 16 Desember 2021, dalam rangka peringatan 10 tahun kematian Kim Jong Il. Ribuan Warga Berdansa Rayakan 110 Tahun Pendiri Korut Kim Il Sung

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Utara (Korut) merayakan 110 tahun kelahiran mendiang pemimpin Kim Il Sung, Jumat (15/4/2022). Perayaan diwarnai dengan kembang api dan pesta malam di alun-alun utama ibu kota Pyongyang.

Ribuan warga dengan pakaian tradisional warna-warni turut memeriahkan pesta itu sambil bernyanyi dan berdansa. Hari Matahari adalah hari libur tahunan terbesar di Korut.

Baca Juga

Kim, yang wafat pada 1994, mendirikan rezim otoriter yang kini dipimpin cucunya, Kim Jong Un. Libur tahun ini menandai 110 tahun sejak Kim Il Sung dilahirkan pada 15 April 1912.

Korut biasanya menggelar perayaan besar-besaran setiap lima dan 10 tahun. Pemimpin Kim Jong Un mengunjungi makam kakeknya dan menghadiri pertemuan nasional dan prosesi publik di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, tapi tidak menyampaikan pidato.

Seorang pejabat senior berbicara di pertemuan itu. Dia mengatakan Korut akan mengatasi semua kesulitan dan selalu meraih kejayaan. Media pemerintah menayangkan siaran langsung pesta malam di lapangan itu, setelah matahari terbenam pada Jumat, tapi tidak memperlihatkan adanya parade militer yang biasanya ditunggu-tunggu.

Kegiatan lain yang juga digelar adalah konser, pameran seni, dan seminar ideologi. Sebuah festival sederhana dibuka di pusat Kota Pyongyang, menampilkan air mancur menari dan perahu-perahu hias di Sungai Taedong, menurut KCNA.

Festival itu secara artistik menggambarkan rumah asli Kim Il Sung dan gunung suci revolusi, Paektu. Penduduk boleh berfoto di depan gapura yang diterangi kata-kata seperti "Pyongyang Terbaik" dan "Kami Paling Bahagia di Dunia".

Ekonomi Korut telah terhantam oleh penutupan perbatasan dan sanksi internasional atas program nuklir dan rudal yang dikembangkan negara itu. Badan-badan bantuan telah memperingatkan potensi krisis kemanusiaan di sana.

Awal pekan ini, Kim Jong Un menghadiahkan apartemen baru kepada sejumlah elite yang setia kepadanya, termasuk pembawa acara TV terkenal. Dia juga menghadiri pembukaan proyek besar perumahan masyarakat.

Para pemantau internasional mengatakan citra satelit komersial memperlihatkan persiapan parade militer menjelang hari libur itu, tapi tidak ada konfirmasi tentang parade hingga Jumat malam. Perayaan itu digelar setelah Korut melanjutkan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesarnya pada Maret, pertama sejak 2017.

Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) mengatakan ada indikasi Korut dapat segera melanjutkan uji senjata nuklirnya. Uji coba persenjataan kerap dilakukan bersamaan dengan hari-hari libur penting.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement