Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Banjir dan Longsor Melanda Bandung Barat, Satu Warga Meninggal Dunia

Jumat 15 Apr 2022 23:53 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Nashih Nashrullah

Jalan longsor.   (ilustrasi) Hujan dengan intensitas tinggi melanda daerah Bandung Barat dan sekitarnya

Jalan longsor. (ilustrasi) Hujan dengan intensitas tinggi melanda daerah Bandung Barat dan sekitarnya

Foto: Republika/Yasin Habibi
Hujan dengan intensitas tinggi melanda daerah Bandung Barat dan sekitarnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTABencana banjir dan longsor melanda Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Kamis (14/4/2022). Kejadian ini terjadi setelah hujan dengan insentitas tinggi sekitar pukul 20.00 WIB dan sedikitnya satu jiwa meninggal dunia.

"Banjir dan tanah longsor mengakibatkan satu korban meninggal dunia berumur 8 tahun," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/4/2022).

Baca Juga

Menurut penuturan warga, dia melanjutkan, korban bersama rekannya pulang mengaji dilokasi tidak jauh dari rumahnya.

Tiba-tiba jalan yang dilalui longsor dan menyeret ketiganya, dua anak berhasil diselamatkan, namun korban tidak terselamatkan.

Hingga kini, jasad korban masih dalam pencarian tim gabungan dilapangan, namun pencarian dihentikan karena kondisi cuaca hujan.

Sesaat setelah kejadian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat bersama tim gabungan yang terdiri dari TNi Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, Pemerintah Desa dan masyarakat segera tiba dilokasi untuk melakukan upaya penanganan darurat dan operasi pencarian.

Koordinasi dengan pemerintah setempat juga terus dijalin dalam mengantisipasi adanya banjir atau longsor susulan.

Dia mengutip informasi peringatan dini esok hari, Sabtu (16/4) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menginformasikan untuk waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada waktu siang hingga menjelang malam hari di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

Selain itu, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kab Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya.

Ada pula Kab dan Kota Bandung, Kabypaten Bandung Barat, Kota Cimahi. Kondisi curah hujan yang tinggi, dapat memberikan pengaruh terhadap berkurangnya kekuatan struktur tanah yang kemudian terisi air saat hujan sehingga memicu longsor. Oleh karena itu, dia melanjutkan, BNPB mengimbau untuk seluruh perangkat daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. 

"Salah satunya, melakukan mitigasi berbasis vegetasi bisa dilakukan dengan melakukan penanaman vetiver atau akar wangi," ujarnya.

Dia menambahkan, bagian akarnya bermanfaat memperkuat struktur tanah untuk mencegah terjadinya longsor.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat Dudi menambahkan, upaya pencarian hari ini dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB, karena kondisi cuaca hujan. "Pencarian dilanjutkan besok pagi pukul 08.00 WIB," katanya  melalui pesan singkat, Jumat (15/4).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat mencatat, kejadian ini juga berdampak pada 22 unit rumah rusak, 10 diantaranya mengalami rusak berat, 3 hektare lahan pertanian sawah dan perkebunan, serta akses jalan desa tertutup hanya bisa dilalui pejalan kaki. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA