Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Penggantian Pasir Alun-alun Utara Yogyakarta Butuh Waktu Empat Bulan

Jumat 15 Apr 2022 15:26 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Christiyaningsih

Keraton Yogyakarta mengganti pasir Alun-alun Utara secara bertahap selama empat bulan. Ilustrasi.

Keraton Yogyakarta mengganti pasir Alun-alun Utara secara bertahap selama empat bulan. Ilustrasi.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Keraton Yogyakarta mengganti pasir Alun-alun Utara secara bertahap selama empat bulan

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Keraton Yogyakarta melakukan penggantian pasir Alun-alun Utara. Melalui divisi penanggung jawab aset Keraton, Tepas Panitikisma, penggantian pasir Alun-alun Utara ini sudah dilakukan sejak 3 April 2022 lalu.

Wakil Penghageng II Tepas Panitikisma Keraton Yogyakarta KRT Suryo Satriyanto mengatakan penggantian pasir ini dilakukan secara bertahap. Pihaknya memperkirakan penggantian pasir ini akan selesai dalam empat bulan ke depan yakni hingga Juli 2022.

Baca Juga

Ia menyebut penggantian pasir Alun-alun Utara ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah. Sebab, selama ini terdapat banyak aktivitas yang menyebabkan kondisi pasir Alun-alun Utara tersebut menjadi kurang ideal.

"Material asli penyusun Alun-alun yakni pasir telah tercampur dengan banyak material lain karena kegiatan yang dilaksanakan di Alun-alun Utara sering tidak in line dengan kelestarian Alun-alun, ditambah lagi sistem drainase kurang memadai," kata Suryo, Kamis (14/4/2022).

Pasir yang digunakan merupakan pasir yang berasal dari Sultan Ground. Penggunaan pasir ini juga telah melalui proses pemilihan dan pertimbangan dari tim di internal Keraton Yogyakarta. "Sebelum melakukan proses penggalian, kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi serta dinas terkait maupun masyarakat di sekitar lokasi penambangan pasir," ujarnya.

Bekas penggalian pasir tersebut pun tidak dibiarkan. Suryo menyebut bekas penggalian ditutup menggunakan material yang ada di Alun-alun Utara.

"Prosesnya dilakukan bergantian, kami menukar material yang ada di Alun-alun Utara dengan pasir yang telah kami pilih. Selanjutnya, material dari Alun-alun Utara tersebut kami gunakan untuk menutup bekas galian pasir di wilayah pengambilan pasir," jelas Suryo.

Sejak dilakukannya penggantian pasir ini, terdapat tumpukan benda-benda yang seharusnya tidak berada di Alun-alun Utara. Seperti tumpukan sampah, spanduk, hingga pondasi beton untuk kegiatan temporer yang pernah digelar di Alun-alun Utara.

"Oleh karenanya mengembalikan tanah Alun-alun Utara ke material asli yakni pasir sangat penting untuk menjaga kemuliaan,serta kelestarian Alun-alun sebagaimana mestinya," kata Suryo. Penggantian pasir atau pemuliaan Alun-alun Utara tersebut juga dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia yang sudah didaftarkan ke UNESCO.

Kepala Bagian Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji juga mengatakan pasir yang digunakan untuk Alun-alun Utara ini merupakan pasir yang berasal dari Sultan Ground. "Berasal dari Sultan Ground dan sudah diperiksa serta disepakati oleh internal Keraton sebelum dipindah," katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA