Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Wapres: Bansos Upaya Kurangi Dampak Kenaikan Harga ke Masyarakat Kecil

Kamis 14 Apr 2022 16:57 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Kenaikan harga bukan hanya karena momentum lebaran, tapi juga faktor global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan program bantuan sosial yang dilakukan pemerintah sebagai upaya memperkuat perlidungan sosial kepada masyarakat menengah ke bawah. Wapres mengatakan, program bansos yang diberikan mulai dari BLT minyak goreng, program keluarga harapan (PKH), paket sembako untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.

"(Pemerintah) punya peran untuk memperbesar dan menebalkan upaya yang kita sebut sebagai perlindungan sosial kepada masyarakat bawah. Itu yang dilakukan oleh pemerintah sambil mengendalikan situasi supaya dampak itu tidak terlalu besar," kata Wapres dalam keterangannya di sela kunjungan kerja ke Aceh, Kamis (14/4).

Baca Juga

Wapres mengatakan, pada kenaikan harga bahan pokok dan BBM kali ini tidak hanya karena momentum Ramadhan saja tetapi juga karena dipengaruhi situasi perekonomian global dan perubahan iklim. Namun demikian, Pemerintah berupaya sekuat mungkin melakukan langkah langkah antisipasi untuk mengendalikan harga di masyarakat terutama menjelang lebaran.

"Yang memang biasanya juga ada kenaikan tapi ada dampak (ekonomi global dan perubahan iklim) sehingga menjadi lebih besar. Kemudian perlindungan sosialnya kita berikan kepada masyarakat," katanya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Wapres secara simbolis menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat di Loka Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussa'adah di Jl. Soekarno-Hatta, Desa Tingkem, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, sebelum bertolak ke Jakarta, Kamis (14/4).

Adapun jenisnya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang seluruhnya merupakan program Kementerian Sosial.

Untuk wilayah Kota Banda Aceh, Wapres menyerahkan dana Bansos senilai lebih dari 8 miliar Rupiah yang diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Sementara untuk Kabupaten Aceh Besar Wapres menyerahkan dana Bansos senilai lebih dari 31 miliar Rupiah yang diterima oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

Pada kesempatan ini, Wapres juga menyerahkan secara langsung Bansos untuk program ATENSI di antaranya bantuan Kewirausahaan untuk dua orang penyandang disabilitas rungu wicara, yakni Nafisah senilai Rp1,5 juta dan Rahmat senilai Rp3 juta, serta bantuan Tabungan senilai Rp 200 ribu selama empat bulan kepada pelajar yatim bernama Aisyah Putrie Humaira.

Selain itu, bantuan program ATENSI lain juga diberikan Wapres kepada seorang lansia bernama Chairani berupa bantuan Nutrisi dan Tongkat Kaki 3 senilai Rp1,3 juta. Kemudian bantuan berupa Kursi Adaptif senilai Rp5 juga diberikan Wapres kepada penyandang disabilitas fisik bernama Hazinatun Fadilla. Seorang penyandang fisik lain bernama Rejeki Metuhadi juga mendapatkan bantuan berupa Alat Bantu Motor Viar Roda 3 senilai Rp31,092 juta.

Pada kesempatan ini, selain Program ATENSI, Wapres juga memberikan bantuan PKH/BPNT/BLT masing-masing kepada seorang penjual kue basah bernama Mariani sebesar Rp1,3 juta, penjual kue tradisional bernama Rusmiah sebesar Rp1,8 juta, penjual nasi bernama Mahyuni sebesar Rp1,3 juta, serta pembuat kue bernama Khaerani sebesar Rp2,25 juta.

"Bantuan ini untuk meringankan beban mereka karena situasi terjadinya fluktuasi harga yang dipengaruhi situasi perekonomian global dan juga perubahan iklim," katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA