Kamis 14 Apr 2022 02:30 WIB

Desain Perkenalan Landmark Masjidil Haram Diresmikan

Makkah Desain Perkenalan Landmark Masjidil Haram Diresmikan

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Makkah Desain Perkenalan Landmark Masjidil Haram Diresmikan. Foto: Ratusan Jamaah haji bertawaf mengelilingi Kabah dengan menjaga jarak sosial  di Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020).
Foto: AP
Makkah Desain Perkenalan Landmark Masjidil Haram Diresmikan. Foto: Ratusan Jamaah haji bertawaf mengelilingi Kabah dengan menjaga jarak sosial di Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020).

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Presiden Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais meresmikan desain pengantar untuk landmark Masjidil Haram di Makkah pada Senin lalu.

Layanan ini bertujuan untuk menyoroti informasi agama dan sejarah tentang tempat suci, menampilkan upaya yang dilakukan dalam melayani umat Islam di seluruh dunia melalui film dokumenter dan peta interaktif Masjidil Haram dalam beberapa bahasa.

Baca Juga

Sheikh Abdulrahman Al-Sudais menekankan pentingnya menggunakan teknologi dalam menyampaikan pesan Dua Masjid Suci dan melayani peziarah atau jamaah umroh dan haji. Dilansir dari laman Arab News, Rabu (13/4/2022).

Sebelumnya diberitakan Saudi Gazettte pada Senin (11/4/2022), Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci telah menyetujui 1.018 sukarelawan wanita untuk bertugas di Masjidil Haram di Makkah selama Ramadhan.

Mereka direkrut melalui Platform Nasional untuk Kerja Sukarela, yang dijalankan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (MHRSD). Tugas mereka di antaranya bekerja sebagai penerjemah, membantu orang tua dengan mengendarai kendaraan listrik, dan menyediakan layanan mobilitas lainnya.

Direktur Departemen Pelayanan Sosial dan Pekerjaan Sukarela Wanita Masjidil Haram, Bayan Al-Hadhali, mengatakan pekerjaan sukarelawan bermanfaat dari berbagai perspektif. Dengan membantu pengunjung wanita ke masjid suci, para sukarelawan dapat memperoleh banyak keterampilan budaya dan bahasa.

"Program relawan ini merupakan implementasi dari cita-cita kepemimpinan yang bijak dalam melayani jamaah Masjidil Haram sesuai dengan standar kualitas tertinggi bagi jamaah," kata Al-Hudhali.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement