Rabu 13 Apr 2022 18:15 WIB

Rusia Sebut 1.026 Marinir Ukraina Menyerah

Rusia menyebutkan 151 tentara Ukraina yang terluka dirawat di lokasi pertempuran

 Seorang petugas polisi berjalan melewati mayat orang-orang yang terbunuh oleh penembakan ketika mereka berbaring tertutup di luar rumah sakit nomor 3 di Mariupol, Ukraina, Selasa, 15 Maret 2022. Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (13/4/2022) mengatakan 1.026 tentara Brigade Marinir ke-36 Ukraina, menyerah di kota pelabuhan Mariupol yang dikepung.
Foto: AP/Evgeniy Maloletka
Seorang petugas polisi berjalan melewati mayat orang-orang yang terbunuh oleh penembakan ketika mereka berbaring tertutup di luar rumah sakit nomor 3 di Mariupol, Ukraina, Selasa, 15 Maret 2022. Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (13/4/2022) mengatakan 1.026 tentara Brigade Marinir ke-36 Ukraina, menyerah di kota pelabuhan Mariupol yang dikepung.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (13/4/2022) mengatakan 1.026 tentara Brigade Marinir ke-36 Ukraina, menyerah di kota pelabuhan Mariupol yang dikepung. Yang menyerah ini termasuk 162 pejabat.

"Di Kota Mariupol, dekat pabrik besi dan baja Ilyich, berkat serangan yang sukses dari pasukan bersenjata Rusia dan unit milisi Republik Rakyat Donetsk, sebanyak 1.026 tentara Ukraina dari Brigade Marinir ke-36 secara sukarela meletakkan senjata dan menyerah," kata kementerian itu lewat pernyataan.

Baca Juga

Belum ada pernyataan langsung dari kantor presiden Ukraina, staf jenderal Ukraina atau kemenhan. Rusia menyebutkan 151 tentara Ukraina yang terluka dirawat di lokasi pertempuran dan dibawa ke rumah sakit setempat.

Pada Rabu pagi pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan 1.000 lebih marinir Ukraina di Mariupol menyerah dan ia juga mendesak agar pasukan tersisa yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal menyerah.

Presiden Vladimir Putin telah berjanji Rusia akan menang dan mencapai tujuan "mulia" dalam perang di Ukraina. Ini merupakan pernyataan publik pertama Putin, sejak pasukan Rusia mundur dari Ukraina utara.

Putin mengatakan situasi di Ukraina adalah sebuah tragedi. Putin menambahkan, Rusia tidak punya pilihan selain melawan, karena harus membela penutur bahasa Rusia di Ukraina timur dan mencegah Ukraina menjadi batu loncatan anti-Rusia bagi musuh Moskow.

"Tugas kami adalah memenuhi dan mencapai semua tujuan yang ditetapkan, serta meminimalkan kerugian. Dan kami akan bertindak seirama, tenang, sesuai dengan rencana yang semula diusulkan oleh Staf Umum,” kata Putin pada konferensi pers yang disiarkan televisi, dilansir Aljazirah, Rabu.

Putin menyampaikan pidato tersebut dalam kunjungan ke pusat antariksa Rusia, Kosmodrom Vostochny di timur Moskow. Ketika ditanya oleh pekerja badan antariksa Rusia apakah operasi militer di Ukraina akan mencapai tujuan, Putin optimistis bahwa operasi militer tersebut akan berhasil.

“Tentu saja. Saya tidak memiliki keraguan sama sekali. Tujuannya sangat jelas dan mulia. Tidak ada keraguan bahwa tujuan akan tercapai," kata Putin.

Putin mengatakan Ukraina dan Rusia pada dasarnya adalah satu. Menurutnya, perang itu sebagai konfrontasi yang tak terhindarkan dengan Amerika Serikat (AS) yang mengancam dan ikut campur urusan Rusia. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement