Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kisah Bilal Bin Rabbah Menjadi Muadzin Pertama

Ahad 01 May 2022 12:15 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi muadzin mengumandangkan adzan. Kisah Bilal Bin Rabbah Menjadi Muadzin Pertama

Ilustrasi muadzin mengumandangkan adzan. Kisah Bilal Bin Rabbah Menjadi Muadzin Pertama

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ia adalah salah satu orang pertama dari keturunan Afrika yang memeluk Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara simbol-simbol Islam yang menggugah semangat adalah adzan, sebuah panggilan untuk sholat. Adzan dikumandangkan dalam irama yang bergema oleh seorang muadzin yang mengajak umat beriman untuk sholat.

Dalam Islam, seorang muadzin memiliki posisi yang sangat dihormati. Lalu, bagaimana asal usul munculnya muadzin ini dalam sejarah Islam. 

Baca Juga

 

Dilansir dari Khaleej Times pada Rabu (13/4/2022), panggilan sholat ini memiliki sebuah asal-usulnya pada masa Nabi Muhammad SAW. Orang pertama yang diperintahkan mengumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabbah Al-Habasyi.

 

Ia berasal dari negeri Habasyah, sekarang Ethiopia. Ia adalah salah satu orang pertama dari keturunan Afrika yang memeluk Islam. 

 

Kisah hidupnya, yang merupakan contoh utama penghormatan Islam terhadap kesetaraan diubah menjadi film animasi beberapa tahun yang lalu dan menjadi hit instan. Bilal lahir pada 5 Maret 580 M di daerah As-Sarah di kota suci Makkah.

Ibunya merupakan seorang budak sehingga Bilal kecil menjalani kehidupan sebagai pekerja terikat selama masa kecil dan masa remajanya. Dia telah ditangkap dan diambil sebagai budak oleh pedagang pagan di Makkah pra-Islam.

 

Keingintahuan Bilal tentang Islam tumbuh segera setelah itu. Fakta bahwa Tuhan tidak mengukur manusia dengan warna kulit, kebangsaan, status sosial atau ras mereka, tetapi dengan ukuran karakter, taqwa, dan tindakan mereka membuatnya sangat terkesan. Dia berpikir jika ada agama yang ilahi, itu pasti Islam.

 

Suara Bilal yang melengking dan memesona dikenal di mana-mana saat ia biasa berjalan-jalan untuk menyadarkan warga tentang waktu sholat. Setelah hijrahnya Nabi SAW dan para pengikutnya dari kota suci Makkah ke Madinah, salah satu sahabatnya bernama Abd Allah ibn Zaid mendapat penglihatan di mana dia melihat dirinya mencoba membeli genta kayu untuk memanggil orang-orang untuk sholat.

Tetapi pria yang memiliki genta itu menyarankannya memanggil orang-orang sebagai gantinya dan mengucapkan pesan singkat. Ibn Zaid kemudian pergi ke Nabi Muhammad dengan kisahnya dan Nabi menyuruhnya untuk meminta seorang Ethiopia bernama Bilal, yang memiliki suara yang luar biasa, untuk memanggil umat Islam untuk sholat.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA