Selasa 12 Apr 2022 20:20 WIB

Dispar Riau Harapkan Dua Pelabuhan Internasional di Batam Dibuka

Pembukaan pelabuhan internasional di Batam untuk meningkatkan kunjungan wisman.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Penumpang kapal laut dari Selat Panjang tiba di terminal kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (7/6/2020). Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan pemerintah pusat membuka kembali dua pelabuhan internasional di Batam untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
Foto: ANTARA/M N Kanwa
Penumpang kapal laut dari Selat Panjang tiba di terminal kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (7/6/2020). Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan pemerintah pusat membuka kembali dua pelabuhan internasional di Batam untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan pemerintah pusat membuka kembali dua pelabuhan internasional di Batam untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia.

Kepala Dispar Kepri Buralimar di Tanjungpinang, Kepri, Selasa (12/4/2022), mengatakan, pelabuhan internasional di Batam yang belum dibuka yakni Pelabuhan Sekupang dan Pelabuhan Marina Teluk Senimba di Tanjung Riau. Saat ini, tiga pelabuhan internasional di Batam sudah dibuka yakni Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Nongsa, dan Pelabuhan Harboar Bay.

Baca Juga

"Kami sudah sampaikan ke pemerintah pusat agar dua pelabuhan internasional di Sekupang dan Tanjung Riau segera dibuka agar ada akses alternatif yang menarik perhatian wisman," ujarnya.

Selain meminta seluruh pelabuhan internasional di Batam dibuka, Buralimar juga meminta kepada pemerintah pusat untuk membuka gerbang pelayaran internasional di Kabupaten Karimun. Wisatawan asal Singapura dan Malaysia, yang berkunjung ke Karimun sebelum pandemi juga cukup banyak, sehingga diharapkan kunjungan wisman meningkat ketika akses pelabuhan dibuka kembali.

"Karimun juga menjadi perhatian kami karena kontribusi kunjungan wisman ke Karimun juga cukup besar," ucapnya.

Buralimar mengemukakan pemerintah menargetkan kunjungan wisman ke Kepri mencapai dua juta orang pada tahun ini. Target tersebut realistis bila syarat perjalanan luar negeri dipermudah. Satu-satunya ganjalan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Kepri yakni syarat perjalanan luar negeri harus negatif Covid-19 berdasarkan tes usap PCR dari negara asal.

Penerapan kebijakan di pintu masuk pelabuhan internasional Batam, Bintan dan Tanjungpinang memberatkan wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Hal itu disebabkan biaya tes usap dengan metode PCR di Singapura, relatif mahal.

"Biaya tes PCR di Singapura itu mencapai Rp 1 juta. Singapura saja tidak lagi menerapkan kebijakan itu terhadap wisatawan yang masuk ke negaranya. Wisatawan yang masuk Singapura cukup tes antigen, yang biayanya jauh lebih murah," tuturnya.

Buralimar sudah menyampaikan hambatan tersebut kepada Menparekraf Sandiaga Uno. Karena khawatir target kunjungan wisman tidak tercapai bila syarat perjalanan luar negeri masih menerapkan kebijakan itu.

"Lebih baik dan menarik bila wisman hanya melakukan tes antigen di pintu masuk pelabuhan internasional di Batam, Bintan dan Tanjungpinang," kata Buralimar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement