Selasa 12 Apr 2022 19:35 WIB

Volume Kendaraan Naik 5,5 Persen Saat PPKM Level Dua di DKI

Kecepatan kendaraan pada PPKM level 2 di DKI pun turun menjadi 31,7 km per jam.

Kendaraan melintas di Jalan Tol Dalam Kota, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2022). Volume kendaraan naik 5,5 persen atau mencapai 2,12 juta saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua pada 8 Maret-6 April 2022.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kendaraan melintas di Jalan Tol Dalam Kota, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2022). Volume kendaraan naik 5,5 persen atau mencapai 2,12 juta saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua pada 8 Maret-6 April 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Volume kendaraan naik 5,5 persen atau mencapai 2,12 juta saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua pada 8 Maret-6 April 2022. Bolume ini meningkat dibandingkan PPKM level tiga pada 18 Februari-7 Maret 2022 sebesar 1,92 juta per hari.

"Kami terus melakukan evaluasi, mencermati pergerakan kendaraan rata-rata harian," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Mengingat volume kendaraan meningkat yang mendorong kemacetan, maka rata-rata kecepatan kendaraan di Jakarta, kata dia, juga melambat pada PPKM level dua ini menjadi 31,7 kilometer per jam. Angka itu, imbuh Syafrin, lebih lambat sekitar 5,7 persen dibandingkan PPKM sebelumnya mencapai 33,6 kilometer per jam.

"Ini sejalan dengan peningkatan volume kendaraan di lalu lintas mencapai 5,5 persen," katanya.

Kenaikan volume kendaraan itu, kata dia, seiring pelonggaran aktivitas masyarakat saat PPKM level dua sehingga berkontribusi menyumbang kemacetan. Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan umum juga ikut naik pada sepekan sebelumnya menjadi 1,1 juta penumpang atau meningkat sekitar 14 persen dibandingkan PPKM sebelumnya mencapai sekitar satu juta penumpang.

Peningkatan tersebut mengingat pemerintah melonggarkan kapasitas angkutan umum menjadi 100 persen. Untuk mengurai kemacetan, pihaknya mengerahkan sejumlah petugas di beberapa titik di antaranya jalur balik dan beberapa titik parkir yang kerap mengundang kemacetan termasuk mendukung petugas polisi lalu lintas.

"Di beberapa titik potensial itu menjadi akses utama kendaraan menuju pulang ke rumah, di sana kami perkuat anggota, tentu koordinasi dengan rekan Ditlantas Polda Metro untuk melakukan pengaturan secara intensif," katanya.

Tak hanya itu, sistem pengaturan lampu lalu lintas juga diatur untuk menekan antrean kendaraan di sejumlah simpang. "Kemudian dari sisi volume lalu lintas yang diatur dengan area 'traffic control system' (ATCS) dalam hal ini kami lakukan 'resetting' terkait dengan lampu hijaunya diperpanjang," ucapnya namun ia tidak memberikan detail berapa lama perpanjangan waktu lampu hijau itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement