Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Kambinghitamkan Keluarga Glazer, Kelompok Suporter MU Kembali Bersiap Gelar Aksi Protes

Selasa 12 Apr 2022 11:52 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Reaksi pemain Manchester United Marcus Rashford saat laga melawan Leicester City di Old Trafford,  Manchester, 02 April 2022.

Reaksi pemain Manchester United Marcus Rashford saat laga melawan Leicester City di Old Trafford, Manchester, 02 April 2022.

Foto: (EPA-EFE/TIM KEETON)
Para suporter akan memboikot pertandingan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Kelompok suporter Manchester United tengah bersiap melakukan serangkaian aksi protes kepada pemilik klub, Keluarga Glazers. Aksi protes ini akan dimulai saat Setan Merah menerima lawatan Norwich City di Stadion Old Trafford, Sabtu (16/4) malam WIB.

Kelompok suporter United yang menamakan dirinya ''Kelompok 1958'' berencana melakukan aksi protes yang damai, berkesinambungan, dan legal. Aksi protes ini menyasar Keluarga Glazers selaku pemilik United. Keluarga Glazers, yang merupakan pengusaha asal Amerika Serikat, dianggap hanya menghisap keuntungan secara finansial dari United.

Baca Juga

Di sisi lain, keluarga Glazers dinilai tidak bisa membawa United meraih kesuksesan. Bahkan, United tercatat tidak pernah lagi merasakan raihan trofi bergengsi sejak musim 2016/2017. Kehadiran Glazer sebagai pemilik klub dianggap sebagai biang keladi kegagalan tersebut.

''Tidak akan ada yang berubah hingga kepala ular dicabut. Klub sudah mulai membusuk dari jajaran paling atas hingga ke bawah, sampa seperti di bisnis lainnya. Klub ini sangat kacau. Jadi, kami membutuhkan tindakan dan menggungah kesadaran para supporter,'' tulis pernyataan resmi kelompok 1958 seperti dilansir The Independent, Selasa (12/4).

Kelompok 1958 pun memastikan aksi protes pada akhir pekan ini tidak akan berlangsung rusuh seperti saat aksi protes pada Mei 2021 tahun lalu. Pada saat itu, suporter United berhasil memasuki lapangan di Stadion Old Trafford saat melakukan aksi protes terhadap Keluarga Glazers.

Ujungnya, laga United kontra Liverpool di lanjutan Liga Primer Inggris terpaksa ditunda. Itu menjadi satu-satunya laga di Liga Primer Inggris yang mengalami penundaan akibat aksi protes fan. Namun, Kelompok 1958 menegaskan, aksi protes teranyar akan menjadi aksi damai.

''Ini tidak akan seperti aksi protes seperti Liverpool (sebelum laga kontra Liverpool). Ini bukanlah aksi protes yang hanya digelar satu kali. Ini akan menjadi awal dari aksi protes berkelanjutan, damai, dan legal yang ditunjukan untuk pemilik klub,'' lanjut pernyataan kelompok 1958 tersebut.

Rencananya, aksi protes ini akan diawali long march ke Stadion Old Trafford sebelum laga kontra Norwich City. Kemudian suporter akan melakukan boikot selama 17 menit setelah sepak mula di setiap laga, diawali dari laga kontra The Canaries. Boikot itu berupa tidak menghadiri pertandingan selama 17 menit awal. 17 menit tersebut dinilai mewakili periode Keluarga Glazers mulai menjadi pemilik United.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA