Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

PAN Minta Kepolisian Usut Kasus Pemukulan Ade Armando

Selasa 12 Apr 2022 10:01 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro, Antara/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, mengecam keras pemukulan terhadap pegiat media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dalam aksi 11 April kemarin.

Ilustrasi. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, mengecam keras pemukulan terhadap pegiat media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dalam aksi 11 April kemarin.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kekerasan fisik bertentangan dengan nilai agama, kemanusiaan, dan demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, mengecam keras pemukulan terhadap pegiat media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dalam aksi 11 April kemarin. Ia meminta kepolisian usut tuntas kasus pemukulan tersebut. 

"Dalam rangka menegakkan hukum, PAN meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus 'barbarian' ini agar jangan terulang lagi," kata Viva kepada Republika, Senin (11/4/2022) malam.

Baca Juga

Viva menegaskan, PAN mengecam keras tindak kekerasan kepada siapapun sesama Anak Bangsa, termasuk kepada Ade Armando. Menurutnya, main hakim sendiri, kekerasan fisik bertentangan dengan nilai agama, kemanusiaan, dan demokrasi. 

"Setajam dan sebesar apapun keperbedaan pandangan dan sikap politik semestinya diarahkan pada jalur dan mekanisme berdemokrasi, yang argumentatif, dialogis, dan rasional. Oleh sebab itu sikap barbarian itu tidak cocok hidup di bumi demokrasi," ujarnya.

Juru bicara PAN itu berpesan kepada mahasiswa untuk tetap sebagai moral force dan agent of change, yang menjaga Indonesia dan merawat kebinekaan NKRI. Mahasiswa harus tetap murni untuk mengawal pemerintahan agar terus bekerja dengan baik sesuai tujuan Pembangunan Nasional.

"Presiden Jokowi sudah jelas dan tegas menyatakan bahwa pemilu serentak akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 dan pilkada di bulan November 2024. Hal ini tentu akan menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk tunduk, taat, dan patuh pada Konstitusi," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengonfirmasi, penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armandosaat demo mahasiswa di Gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022). Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan soal beredarnya foto empat orang yang diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap Ade Armando.

"Iya, itu yang sudah kita identifikasi sebagai pelaku pemukulan," kata Zulpan saat dikonfirmasi, Senin.

Keempat pria itu disebut berinisial DUH, AP, TSBP, dan AL. Zulpan juga mengatakan pihak kepolisian akan segera mencari keempat terduga pelaku sesuai dengan perintah Kapolda Metro Jaya.

Ade Armando dianiaya sekumpulan massa yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa hingga tersungkur ke aspal bahkan celana panjang yang dikenakannya hilang. Ade lantas dievakuasi polisi ke tempat yang lebih aman dan selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit.

Baca juga : Kekerasan pada Ade Armando, Moeldoko: Cari dan Tindak Tegas Pelakunya

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA