Senin 11 Apr 2022 17:54 WIB

Komisi IV DPR Apresiasi Digitalisasi Pelaporan KUR Kementan

Digitalisasi menggenjot penyerapan KUR sebagai alternatif pembiayaan usaha petani

Ilustrasi lahan pertanian. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Yessy Melania, mengapresiasi peluncuran aplikasi pelaporan KUR yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu.
Ilustrasi lahan pertanian. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Yessy Melania, mengapresiasi peluncuran aplikasi pelaporan KUR yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Yessy Melania, mengapresiasi peluncuran aplikasi pelaporan KUR yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu. Menurut Yessy, peluncuran tersebut sangat tepat untuk menggenjot penyerapan KUR sebagai alternatif pembiayaan usaha bagi para petani.

"Saya mengapresiasi kinerja Kementan terkait peluncuran aplikasi pelaporan KUR karena aplikasi ini sangat membantu petani dalam mengikuti secara prosedural administrasi dari persyaratan KUR," ujar Yessy dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Senin (11/4/2022).

Baca Juga

Yessy mengatakan, transpormsi cara tradisional menuju cara digital sangat dibutuhkan dalam menghadapi industri 4.0, dimana semua akses harus dibuka secara transparansi. "Akses prosedural KUR harus mudah agar petani bisa menjadi bagian dari layanan KUR," katanya.

Disisi lain, Yesay menyampaikan terimakasih atas respon cepat jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang langsung bekerja menangani pasca banjir di Kalimantan Barat. "Kami berterima kasih karena di sana akan ada rencana untuk mengalokasikan sekitar 2.200 hektare untuk program budidaya tanaman sehat," katanya.

Anggota Komisi IV lainya dari Fraksi Golkar, Hanan A Rozak, meminta jajaran kementan untuk mempertahankan berbagai prestasi yang selama ini telah dicapai. Salah satunya adalah peningkatan produksi beras untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama pandemi serta hari besar lebaran.

"Tahun 2023 harapan kita tentunya apa yang sudah kita capai selama ini bisa kita pertahankan, Pak. Kita sudah sekian tahun tidak impor beras dan jangan sampai impor lagi di tahun depan. Bapak ini punya target untuk meningkatkan dan harus kita jaga bersama," ujarnya, seperti dalam siaran pers.

"Saya berterima kasih bahwa informasi terkait ketersediaan sampai bulan mei nanti dalam keadaan aman. Namun tadi ada keluhan pada masalah harga. Tapi saya kira kalau harga ini kan supply demand saja. Yang penting bagi saya barangnya masih cukup masih ada di tingkat lapangan dan kalau masalah harga intervensi dari pemerintah dalam hal ini kebijakan Kemendag. Dari Kementan sudah menyajikan data yang cukup kok," katanya.

Sebagaimana diketahui, capaian penyaluran KUR kementan selama 2021 sangatlah besar, dimana tahun 2021 telah dinikmati oleh 7,5 juta debitur dan permintaannya terus meningkat. Adapun realisasi KUR pertanian tahun 2021 mencapai Rp 85,5 triliun atau 122 persen dari target Rp 70 triliun yang melibatkan 2,6 juta debitur. Capaian ini naik lebih tinggi dibandingkan capaian KUR pertanian 2020 yang hanya sebesar Rp 55 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement