Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Produsen Mobil Listrik China Nio Berhenti Beroperasi

Ahad 10 Apr 2022 22:44 WIB

Red: Nora Azizah

Mobil listrik Nio buatan China.

Mobil listrik Nio buatan China.

Foto: www.wikimedia.com
Nio berhenti beroperasi terkait distribusi mobil yang terganggu selama Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Produsen mobil listrik asal China Nio berhenti beroperasi setelah distribusi ke beberapa kota di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu terhenti akibat wabah COVID-19 yang berkepanjangan. "Karena pandemi, sejak Maret lalu satu per satu mitra perusahaan supplier di beberapa kota di Jilin, Shanghai, dan Jiangsu menangguhkan operasinya," kata Nio dalam pernyataan, Sabtu (9/4/2022).

Nio akan menangguhkan pengiriman kendaraan listriknya kepada para pelanggan dan akan bekerja keras dengan para distributor untuk segera mengatasi terhentinya pengiriman tersebut. Pada kuartal pertama tahun ini Nio telah menjual 25.768 unit mobil listrik di China atau naik 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Kegiatan operasional Nio berpusat di Shanghai, pusat industri kendaraan listrik terbesar di China dengan total produksi mencapai 18.200 unit selama kuartal pertama 2022 menurut laman berita Autohome. Kota terkaya di China itu mengalami lonjakan kasus COVID-19 terparah sejak Maret. 

Pada Sabtu, kasus positif bertambah 1.015 dan kasus tanpa gejala tercatat 22.609. Otoritas setempat pada hari yang sama meluncurkan lagi pembangunan rumah sakit sementara yang bisa menampung 50.000 tempat tidur dalam upaya mengatasi lonjakan COVID-19 varian Omicron.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA