Ahad 10 Apr 2022 01:05 WIB

Sebanyak 394 Warga Kota Medan Bertahan di Rumah Saat Banjir

Banjir terjadi setelah hujan deras di kawasan hulu membuat debit air Sungai Deli naik

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah
Prajurit TNI bersama warga mendorong sepeda motor warga yang mogok saat melintasi banjir (ilustrasi)
Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Prajurit TNI bersama warga mendorong sepeda motor warga yang mogok saat melintasi banjir (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga terdampak banjir di Kota Medan, Sumatra Utara, memilih bertahan di rumah saat banjir. Kondisi saat ini, Sabtu (9/4), genangan di dua kelurahan menunjukkan penurunan. 

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan melaporkan dua wilayah di Kecamatan Medan Maimun terdampak banjir pada Jumat (8/4/2022). Dua kelurahan itu yaitu Kelurahan Aur dan Sei Mati," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, sebanyak 112 KK atau 394 warga di dua kelurahan tersebut terdampak banjir pada Jumat malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Kerugian tercatat 105 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air 20 hingga 120 cm, saat banjir berlangsung. Banjir terjadi setelah hujan deras di kawasan hulu sehingga debit air Sungai Deli meluap. 

Ketika peristiwa ini terjadi, dia melanjutkan, petugas BPBD melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada dan siaga. Pihaknya juga terus memonitor perkembangan cuaca dari BMKG sehingga antisipasi terhadap bahaya hidrometeorologi dapat dilakukan sejak dini. 

"Sejumlah peralatan telah disiagakan oleh petugas gabungan yang mendirikan pos komando di Gedung Dharma Wanita," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement