Sabtu 09 Apr 2022 17:43 WIB

Polisi Masih Selidiki Pembacokan Ibu-Ibu yang Shalat Subuh di Ragunan

Polisi mengaku belum temukan petunjuk pelaku pembacokan ibu di Ragunan

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menyelidiki  kasus pembacokan ibu-ibu di Jalan Harsono M, Ragunan, Jakarta Selatan, yang akan menjalankan shalat subuh. Keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini belum diketahui.
Foto: Foto : Mardiah
Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menyelidiki kasus pembacokan ibu-ibu di Jalan Harsono M, Ragunan, Jakarta Selatan, yang akan menjalankan shalat subuh. Keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini belum diketahui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menyelidiki  kasus pembacokan ibu-ibu di Jalan Harsono M, Ragunan, Jakarta Selatan, yang akan menjalankan shalat subuh. Keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini belum diketahui.

"Kami belum (menemukan petunjuk pelaku)," kata Kepala Polsek Pasar Minggu, Kompol Bambang Handoko saat dihubungi Republika, Sabtu (9/4/2022).

Ia menambahkan, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan kasus ini. Terkait dugaan pelaku, ia enggan menjawab detil. 

Saat dihubungi Republika juga beralasan sedang mengikuti konferensi virtual."Sedang ikut video conference," ujarnya.

Sebelumnya, seorang ibu-ibu berinisial K dibacok oleh seorang tidak dikenal di Jalan Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel). Insiden itu terjadi saat korban hendak berangkat salat Subuh ke masjid.

K menceritakan detik-detik kejadian hingga dirinya dibacok. Dia mengatakan insiden terjadi di depan gedung Badan Diklat Kejaksaan RI pada Kamis (7/4/2022) sekitar pukul 04.30 WIB. Dia pergi ke masjid lebih awal dengan tujuan salat tahajud terlebih dahulu."Aku pamitan sama anakku mau subuhan ke masjid. Kan bulan puasa, maksudku biar bisa salat tahajud. Aku bilang ke anakku 'mamak ini sudah tua, harus tambah ibadah'," kata K, Jumat (8/4/2022).

Sesampai di dekat gerbang kejaksaan, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang berputar arah kemudian menghampiri dia. Awalnya dia mengira pelaku ingin menanyakan alamat. Namun, tiba-tiba pelaku mengeluarkan celurit.

"Ada motor kenceng tiba-tiba putar balik. Terus minggir menghampiri aku. Aku pikir mau tanya alamat, tapi aku nggak ngomong dia juga nggak ngomong. Dia tiba-tiba buka seleting jaket, abis itu keluarin celurit. Aku teriak, 'Allahu akbar, Allahu akbar'," ujarnya.

Saat pelaku mengacungkan celurit nya, kata K, dia mengambil sajadah untuk melindungi lehernya. Akibat sabetan celurit, K mengalami sejumlah luka di bagian jari, punggung, hingga pelipis mata kirinya.

"Aku langsung ambil sajadah, buat tutup leher. Dia serang aku. Pertama kena jariku (jari manis tangan kanan), terus kena juga di sini (punggung) dan sini (pelipis kiri). Aku teriak 'tolong, tolong'," kata dia.

Bahkan, kata dia, darah dari luka bacokan tersebut mengucur ke bawah. Dia mengatakan, pelaku membacoknya sebanyak tiga kali.

"Darahku sampe bawah, ngucur ke bawah juga. Ya Allah, seandainya kena kepala, begitu keji banget. Itu dalam bayanganku. Dia serang sampai 3 kali. Ini sudah dijahit, kerudung dan sarung itu penuh darah," katanya.

"Berhubung di seberang ada warteg, ada orang lagi pada makan sahur, langsung pada keluar. Terus posisinya yang aniaya aku motornya belum dimatikan, terus dia langsung kabur," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement