Ahad 10 Apr 2022 00:45 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Semua Provinsi

Penyaluran BBM sudah over kuota

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (tengah)menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) aman di semua provinsi dan bahkan penyaluran sudah over kuota untuk memastikan ketersediaan di tengah masyarakat.
Foto: Antara/Galih Pradipta
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (tengah)menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) aman di semua provinsi dan bahkan penyaluran sudah over kuota untuk memastikan ketersediaan di tengah masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) aman di semua provinsi dan bahkan penyaluran sudah over kuota untuk memastikan ketersediaan di tengah masyarakat.

"Stok aman ini fakta, Pertamina sudah langsung mengecek ke berbagai provinsi," ujarnya di Medan, Sabtu (9/4/2022).

Stok BBM secara nasional, ujar Nicke cukup untuk 22 hari ke depan. Nicke bersama Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif berada di Medan untuk meninjau ketersediaan BBM di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU serta sarana dan fasilitas terminal BBM.

Kunjungan ke Sumut, misalnya, kata dia, juga untuk memastikan ketersediaan dan suplai BBM berjalan dengan baik dan lancar di Puasa Ramadhan hingga Lebaran 2022.

"Harapannya BBM subsidi yang tersedia dapat tepat sasaran.Apalagi semua jajaran termasuk Pak Kapolda Sumut sepakat meningkatkan pengawasan," katanya.

Stok semakin aman karena Pertamina menyiapkan layanan-layanan tambahan seperti SPBU Siaga dan SPBU Kantong. Tim Satuan Tugas Khusus Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang sudah dibentuk juga diharapkan bisa semakin memperlancar ketersediaan BBM di pasar.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menyebutkan, pihaknya terus mengawasi untuk menghindari penyelewengan BBM bersubsidi di provinsi itu.

"Ada tiga temuan di Sumut, tapi tidak/bukan kasus besar dan kepolisian terus meningkatkan pengawasan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement