Jumat 08 Apr 2022 18:23 WIB

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Jabar Cekas di Kota Depok

Kang Emil memperkenalkan isyarat tangan apabila seseorang mengalami kekerasan.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan saat peresmian Rumah Sakit (RS) Sariningsih, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (7/4/2022). Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan RS Sariningsih yang kini memiliki lima lantai dengan kapasitas 149 tempat tidur serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang telah memadai. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan saat peresmian Rumah Sakit (RS) Sariningsih, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (7/4/2022). Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan RS Sariningsih yang kini memiliki lima lantai dengan kapasitas 149 tempat tidur serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang telah memadai. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meluncurkan Kampanye Jawa Barat Berani Cegah Tindakan Kekerasan (Jabar Cekas) yang dirangkai dengan peluncuran Gerakan Madrasah dan Pesantren Ramah Anak di SMAN 4 Kota Depok, Jumat (8/4/2022). Kampanye Jabar Cekas sebagai bentuk upaya menekan angka kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Provinsi Jabar.

"Provinsi Jabar menguatkan sebuah upaya yang sebenarnya sudah dilakukan tapi menguatkan kegotongroyongannya yang mencegah masalah yang sering hadir di kehidupan kita bermasyarakat yaitu kekerasan. Kekerasan banyak tipenya, tapi spesifik untuk ini adalah kekerasan yang mengemuka terhadap perempuan dan anak," ujar Kang Emil, sapaan akrabnya, saat peluncuran Jabar Cekas, Jumat.

Menurut dia, program Jabar Cekas mengampanyekan 10 berani cegah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di antaranya, berani berbicara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, berani berpihak kepada korban, berani berkata tidak, berani melawan, berani maju, berani bergerak, berani melindungi korban kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

"Ke-10 itu maksudnya mulai dari hari ini dan seterusnya kita doakan tidak terjadi lagi, tidak ada berita lagi kekerasan terhadap perempuan maupun anak," terang mantan wali kota Bandung tersebut.

Kang Emil juga memperkenalkan isyarat tangan apabila seseorang mengalami kekerasan. Isyarat tersebut diharapkan dapat dipahami oleh semua pihak. "Isyarat, pertama dengan memperlihatkan kelima jarinya. Kedua, menekuk ibu jari, ketiga menutupi ibu jari dengan empat jari sisanya. Ini menandakan terjadi peristiwa kekerasan dan mohon pertolongan," jelasnya.

Kang Emil menuturkan, pihaknya mendorong semua pihak bergerak, termasuk PKK yang punya kader ibu-ibu. Dengan begitu, segala bentuk kekerasan bisa dicegah. "Di mana pun kita pergi kita matikan kita padamkan kekerasan-kekerasan melalui gerakan ini," ucapnya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida menjelaskan,, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membentuk tim pencegahan kekerasan anak dan perempuan sampai tingkat rukun tetangga (RT). Pencegahan dilakukan baik secara preventif, kuratif dan advokatif yang selama ini bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Depok.

"Tentunya dengan adanya Jabar Cekas ini menambah semangat lagi. Mudah-mudahan Depok, Jawa Barat semuanya bisa mengurangi tindakan kekerasan dan anak-anak kita sebagaimana kita inginkan, Depok ramah anak, Depok ramah keluarga. Ini impian kita semua," ujar Elly.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement