Kamis 07 Apr 2022 22:52 WIB

Pemprov Jatim Belum Pastikan akan Gelar Mudik Gratis 

Program mudik gratis belum dimasukkan di dalam anggaran APBD.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Pemprov Jatim Belum Pastikan akan Gelar Mudik Gratis 
Foto: Dokumen.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Pemprov Jatim Belum Pastikan akan Gelar Mudik Gratis 

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memastikan gelaran program mudik gratis menyambut Idul Fitri 1443 Hijriyah seperti yang dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ditemui di Gedung Negara Grahadi di Surabaya mengatakan ketidakpastian tersebut karena program tersebut tidak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi tahun 2022. "Kami sadar mudik tidak lagi dilarang, tetapi tahun lalu tanpa mengetahui apakah tahun ini kondisi Covid-19 masih memungkinkan atau tidak, sehingga program ini belum dimasukkan di dalam anggaran APBD," ujarnya, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga

Digelar atau tidaknya mudik gratis, kata dia, juga menunggu partisipasi dari berbagai entitas yang bisa memungkinkan melakukan program tersebut, namun dengan skalanya tidak semasif biasanya. Terkait antisipasi meningkatnya arus mudik lebaran tahun ini, orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut mengatakan setiap tahun terdapat posko mudik di sejumlah titik.

Selain itu, pada mudik kali ini ada kewajiban vaksin lengkap atau booster bagi para pemudik, termasuk kebijakan pemberlakuan tes Covid-19 berupa PCR bagi penerima sekali vaksin dan tes antigen bagi penerima dua kali vaksin. "Kemudian informasi yang kami dapat dari Polda misalnya adalah melakukan cek poin. Tidak semuanya disekat, tetapi sampling, yang tujuannya memastikan sudah terpenuhi persyaratan dan sebagainya untuk pemudik," ucapnya.

Terkait titik-titik keramaian seperti tempat wisata dan lainnya agar harus dipastikan tidak terlalu penuh dan sesuai standar peraturan protokol kesehatan. Dia mengingatkan agar jangan sampai pengelola maupun pengunjung tempat wisata lepas kendali dan abai terhadap protokol kesehatan.

"Ini tentunya perlu peran serta dari semua pihak untuk bisa menjaga. Karena kita tahu waktu mudik ini kesempatan bagi lokasi wisata untuk memperoleh perputaran ekonomi yang baik sehingga harus benar-benar diantisipasi risiko penyebaran Covid-19," kata Emil.

Dia menambahkan untuk infrastruktur persiapan mudik, berdasarkan janji Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu, jembatan ambles di Lamongan bisa selesai pada 10 hari sebelum Lebaran. Termasuk jalan tol yang saat ini sudah berfungsi selayaknya dan disertai pos-pos mudik yang disediakan untuk memastikan kelancaran pemudik selama berada di perjalanan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement