Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Pemkot Jakpus Targetkan 5.000 Warung Jadi Penyalur Sembako Murah

Kamis 07 Apr 2022 21:20 WIB

Red: Nidia Zuraya

Warung - ilustrasi. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menargetkan pencetakan 5.000 warung menjadi penyalur kebutuhan bahan pokok murah dari hasil pembinaan Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Warung - ilustrasi. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menargetkan pencetakan 5.000 warung menjadi penyalur kebutuhan bahan pokok murah dari hasil pembinaan Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Foto: blogspot.com
Saat ini sudah ada 4.500 warung pemyalur sembako murah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Pusat menargetkan pencetakan 5.000 warung menjadi penyalur kebutuhan bahan pokok murah dari hasil pembinaan Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Irwandi saat meresmikan salah satu warung sembako SAHARA pada lingkungan RT07/RW08 Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2022).

"Ini warung besutan kita, warung masyarakat yang ada di Jakarta Pusat kita bedah dan make over serta diberikan bantuan permodalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, supaya punya tempat usaha. Targetnya ada 5.000 warung, saat ini sudah ada 4.500 warung," kata Irwandi.

Baca Juga

Irwandi menjelaskan warung binaan SAHARA adalah warung milik masyarakat yang kemudian dibedah dan diberikan permodalan untuk meningkatkan skala usaha.Ia pun optimistis target 5.000 warung sembako binaan dapat tercapai dengan bantuan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jakarta Pusat.

Sementara itu, Founder SAHARA yang juga Ketua Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) Sharmila mengatakan bahwa tujuan pembinaan warung adalah untuk membantu masyarakat mendistribusikan sembako murah. Khususnya saat masa pendemi, Sharmila menilai pihaknya bersama Pemkot Jakpus berupaya mengatasi masalah ketersediaan bahan dan harga pangan yang melonjak.

"Kita memotong jaringan distribusi, dari pabrik langsung ke konsumen, kita potong di tengah, sehingga harga yang diberikan SAHARA di bawah harga pasaran tidak membuat rugi, jadi tidak ada yang rugi ataupun disubsidi," ujar dia.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jakarta Pusat Ucu Jamilah juga mengapresiasi kehadiran warung binaan yang dibutuhkan khususnya oleh ibu rumah tangga."Ibu-ibu akan senang sekali karena ada pangan yang mudah dan murah. Program SAHARA benar-benar ke pelosok," kata Ucu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA