Kamis 07 Apr 2022 15:29 WIB

Austria Usir 4 Diplomat Rusia

Keempat diplomat Rusia melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan status mereka.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Austria memutuskan mengusir empat diplomat Rusia.
Foto: AP/Patrick Semansky
Austria memutuskan mengusir empat diplomat Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Austria memutuskan mengusir empat diplomat Rusia. Tiga diplomat di antaranya merupakan pegawai di Kedubes Rusia di Wina dan satu lainnya adalah pegawai di Konsulat Jenderal Rusia di Salzburg.

“Kementerian Luar Negeri Austria mengumumkan pencabutan status diplomatik tiga pegawai kedutaan Rusia di Wina dan satu pegawai Konsulat Jenderal Rusia di Salzburg,” kata Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg dalam sebuah pernyataan, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga

Menurut dia, keempat diplomat Rusia itu telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. “Oleh karena itu, (mereka) dinyatakan tidak diinginkan (persona non-grata) sesuai dengan Pasal 9 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik,” ucapnya.

Schallenberg mengatakan, keempat diplomat Rusia itu harus meninggalkan Austria paling lambat pada 12 April mendatang. Dalam sebuah wawancara dengan saluran ORF2 pada Rabu (6/4), Schallenberg mengungkapkan bahwa Austria tidak akan mengusir diplomat Rusia tanpa alasan. Pengusiran hanya akan dilakukan jika terdapat bukti bahwa diplomat terkait melanggar ketentuan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.

Merespons pengusiran empat diplomatnya, Rusia menyatakan akan mengambil langkah balasan terhadap Austria. “Rusia akan memberikan tanggapan yang tepat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Sebelumnya sejumlah negara Eropa seperti Italia, Denmark, Prancis, dan Jerman telah terlebih dulu mengusir diplomat Rusia. Pengusiran dilakukan sebagai bentuk protes atas masih berlanjutnya agresi Rusia di Ukraina. Alasan lainnya, diplomat-diplomat Rusia yang diusir dituding sebagai agen intelijen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement