Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Kisah Inspiratif! Manfaatkan Teknologi, Nelayan Ini Sudah Punya Banyak Pelanggan Online

Kamis 07 Apr 2022 13:08 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Sejumlah perahu nelayan tertambat di Pantai Kenjeran Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/4/2022). Pada hari pertama puasa bulan Ramadhan 1443 H, sebagian nelayan di kawasan tersebut memilih untuk tidak melaut. (Antara/Didik Suhartono)

Sejumlah perahu nelayan tertambat di Pantai Kenjeran Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/4/2022). Pada hari pertama puasa bulan Ramadhan 1443 H, sebagian nelayan di kawasan tersebut memilih untuk tidak melaut. (Antara/Didik Suhartono)

Rokib, pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang ini berhasil menjual ikan olahan hasil tangkapan nelayan secara online dan meraup keuntungan..

Puluhan nelayan pulang dari melaut di Laut Jawa. Mereka menyandarkan kapal di tepi laut daerah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Para pelaut ini baru saja melaut setelah hampir satu minggu tidak dapat berlayar karena cuaca buruk. Masih di kawasan yang sama, seorang pelaku UMKM yang berjualan ikan asin, M Rokib (35), sibuk melihat ikan dari nelayan yang telah diolah menjadi ikan kering dan ikan asin.

Sebelum Rokib membawa pulang ikan untuk dijual di eCommerce, pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang ini memastikan terlebih dahulu kualitas ikan olahan hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga: Waduh! OPM Cap Jokowi Tak Jauh Berbeda dengan Hitler!

Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan daerah Sarang karena inisiatifnya membeli langsung hasil tangkapan ikan dari para nelayan dengan harga yang pantas.

“Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga,” jelas Rokib. 

Sebagai warga pesisir, Rokib mengetahui tidak semua nelayan melek teknologi. Sementara dia melihat banyak peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui eCommerce, sehingga tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat.

“Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi pembelinya itu-itu saja. Saya terpikir untuk memperluas jangkauan dan peluang dengan menjual ikan secara online,” lanjutnya.

Awalnya, Rokib menjual olahan ikan melalui media sosial pribadi yang dimulai pada akhir tahun 2019. Setahun berjalan, penjual di media sosial pribadinya perlahan sepi. Rokib terus mencari cara agar tetap dapat menjual olahan ikan hasil nelayan Rembang, hingga dia menemukan informasi mengenai berjualan online. 

Baca Juga: Waduh! Tatap Tajam Para Menteri, Jokowi Murka Lagi: Kita Ini Dianggap Enggak Ngapa-ngapain!

Bak gayung bersambut, di awal tahun 2020, dia mendapat kabar di daerahnya akan ada kegiatan pelatihan bisnis digital dari salah satu ecommerce, sebut saja Shopee. Rokib mengikuti pelatihan tersebut hingga akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore.

“Melalui Bimbel Shopee, saya masih ingat saat pelatihan diajari cara upload produk yang baik dan menarik, cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli, sampai cara memahami persaingan harga dan strateginya seperti apa. Saya juga ingat waktu itu trainer-nya masih saya tanya-tanya terus setelah pelatihan,” ungkap Rokib.

Perlahan penjualan online Rokibstore mulai stabil. Dari yang sebelumnya mendapat 5 order-an per hari, kini meningkat menjadi 20 sampai 60 order-an per hari. Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Dia ingin dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya. 

Baca Juga: Marshel Widianto Diperiksa Soal Dea OnlyFans, Netizen: Ngapain Beli, di Twitter Linknya Gratis

Bahkan, Rokib menilai dirinya hanya membantu mempromosikan secara digital hasil panen nelayan. “Para nelayan di sini harus terus melaut untuk berpenghasilan. Sementara pasar di pesisir ini sangat terbatas dan enggak semua nelayan melek teknologi. Jadi saya menganggap sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Pasar jadi lebih luas dan ikan mereka laku,” pungkas Rokib.

Tak hanya berdampak bagi nelayan, menjual secara online olahan ikan juga memberikan peluang pekerjaan dari UMKM. Seperti toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah. Toko ini menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja.

Pemilik toko, Indra Waluyo (34), mengatakan dirinya ingin menjual olahan ikan langsung ke tangan konsumen lokal dan luar kota. Sehingga, Indra memutuskan untuk berjualan ikan kering dan ikan asin secara online melalui Shopee. Indra juga melakukan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penjualan, hingga akhirnya usaha yang dia mulai bersama istri perlahan membesar.

Salah satu strategi berjualan online Ikan Asin Fatimah13 ialah pengemasan produk yang baik sehingga aman untuk pengiriman ke luar kota. Setelah konsisten menyediakan produk ikan olahan dari pesisir dan menjaga kualitas, kini Indra telah memiliki 7 karyawan untuk membantu mengembangkan usahanya.

“Setelah mengambil ikan dari para nelayan, kami mengemas dengan baik produk ikan untuk pengiriman ke luar kota yang dibeli melalui Shopee. Sekarang, setidaknya saya memberikan lapangan pekerjaan juga untuk karyawan yang merupakan warga pesisir dan keluarga nelayan,” ungkap Indra. 

Baca Juga: Akui Telah Beli Konten Dea OnlyFans, Marshel Widianto: Aku Memang Nakal

Membuka toko olahan ikan secara online telah memberikan harapan baru cara menjual ikan hasil panen nelayan. Tak hanya berdampak positif bagi nelayan, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir. Ecommerce sebagai platform digital memiliki potensi penjualan yang cukup besar di era digital saat ini. Ikan tangkapan nelayan dapat dijual hingga ke penjuru daerah. Ecommerce membantu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang dapat terus bergerak, bahkan hingga sampai ke pesisir. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA