Kamis 07 Apr 2022 10:09 WIB

Turki Kembali Deteksi Ranjau Terapung di Laut Hitam

Turki kembali mendeteksi ranjau laut terapung ketiga di Laut Hitam.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Operasi netralisasi ranjau laut (ilustrasi)
Foto: CREATIVE COMMONS/Flickr-ssvilponis
Operasi netralisasi ranjau laut (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki kembali mendeteksi ranjau laut terapung ketiga di Laut Hitam. Kementerian Pertahanan mengatakan, tim penyelam militer telah berupaya untuk menjinakkan ranjau tersebut.

Dilansir Middle East Monitor, Kamis (7/4/2022), Turki menemukan rudal yang terapung di Laut Hitam, sejak Rusia melakukan operasi militer khusus di Ukraina. Pejabat kelautan mengatakan, ranjau terapung di rute pelayaran utama Laut Hitam dapat membahayakan kapal dagang yang berlayar di wilayah tersebut. Pemerintah harus memastikan perjalanan yang aman untuk menjaga rantai pasokan tetap berjalan.

Baca Juga

Ukraina dan Rusia telah saling tuduh terkait ranjau terapung yang ditemukan di Laut Hitam. Pada akhir Maret, tim penyelam militer Turki dan Rumania menjinakkan ranjau liar di sekitar perairan mereka.

Maret lalu, militer Turki telah menonaktifkan sebuah ranjau bawah laut yang hanyut dari Laut Hitam. Sebelumnya Rusia memperingatkan bahwa, beberapa ranjau telah hanyut dari pelabuhan Ukraina.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, ranjau pertama kali ditemukan oleh nelayan di Selat Bosphorus. Itu merupakan jenis ranjau lama. Akar telah menghubungi pihak berwenang Rusia dan Ukraina tentang penemuan ranjau tersebut. Proses menonaktifkan ranjau itu menimbulkan ledakan yang cukup keras. Ledakan itu terdengar di utara Istanbul.

"Ranjau itu adalah jenis lama, dan telah dinetralisir oleh tim kami, dan pasukan angkatan laut melanjutkan pekerjaan mereka,” kata Akar, dilansir Aljazirah, Senin (28/3).

 

Lalu lintas maritim di Selat Bospharus sempat ditutup untuk sementara, ketika militer sedang menonaktifkan ranjau. Selat tersebut telah dibuka kembali setelah dipastikan aman, dan berkoordinasi dengan penjaga pantai serta pasukan angkatan laut Turki.

Sebelumnya penjaga pantai mengatakan, lalu lintas kapal dua arah telah dihentikan setelah sebuah kapal komersial sipil mendeteksi objek seperti ranjau. Penjaga pantai telah memperingatkan kapal untuk menjauh dari benda bundar yang terombang-ambing di ombak. Tim penyelam kemudian bergerak untuk menyelidiki.

Turki memiliki perbatasan di Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina. Badan intelijen utama Rusia mengatakan, beberapa ranjau hanyut ke laut setelah putus dari kabel di dekat pelabuhan Ukraina. Klaim ini dibantah oleh Ukraina, yang menyebutnya sebagai disinformasi dan upaya untuk menutup bagian laut.

Laut Hitam adalah lalu lintas pengiriman utama untuk biji-bijian dan produk minyak. Laut Hitam terhubung ke Marmara dan kemudian laut Mediterania melalui Bosphorus, yang mengalir melalui jantung Istanbul, dan Selat Dardanelles di barat laut Turki. Beberapa negara yang memiliki perbatasan di Perairan Laut Hitam antara lain Bulgaria, Rumania, Georgia, Turki, serta Ukraina dan Rusia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement