Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Berusaha Realistis, Tuchel Sebut Harapan Chelsea di Liga Champions Sudah Berakhir

Kamis 07 Apr 2022 09:45 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilm/ Red: Muhammad Akbar

Manajer Chelsea Thomas Tuchel bereaksi pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea FC dan Liverpool FC di London, Inggris, Senin (3/1) dini hari WIB.

Manajer Chelsea Thomas Tuchel bereaksi pada pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea FC dan Liverpool FC di London, Inggris, Senin (3/1) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/VICKIE FLORES
Chelsea kini harus mengamankan kemenangan pada leg kedua di Santiago Bernabeu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Thomas Tuchel mengatakan harapan Chelsea di Liga Champions sudah berakhir menyusul kekalahan 1-3 dari Real Madrid pada leg pertama perempat final di Stamford Bridge, Kamis (7/4/2022) dini hari WIB. Tuchel menggambarkan laga tersebut sebagai babak terburuk Chelsea.

Juara bertahan Liga Champions mendapati diri mereka tertinggal dua gol setelah 24 menit menyusul dua sundulan brilian dari Karim Benzema. Kai Havertz membalaskan satu gol bagi Chelsea sebelum turun minum. Namun tak lama setelah babak kedua dimulai, Benzema memanfaatkan kesalahan Edouard Mendy dan Antonio Rudiger untuk melengkapi hat-tricknya.

Chelsea kini harus mengamankan kemenangan pada leg kedua di Santiago Bernabeu Selasa depan untuk mencapai semifinal Liga Champions. Tetapi ketika ditanya setelah kekalahan timnya apakah Chelsea masih punya harapan, Tuchel menjawab: "Tidak. Tidak saat ini, tidak" katanya dikutip dari Metro, Kamis (7/4/2022).

"Kenapa tidak hidup? Karena kami harus menemukan level kami dan saya tidak tahu di mana itu. Sejak jeda internasional, babak pertama adalah pengulangan babak kedua melawan Brentford, di perempat final melawan Real Madrid," katanya.

Menurut Tuchel itu sangat jauh dari level yang dituntut permainan dan tidak bisa mengharapkan hasil dari performa seperti itu. Dia memilih untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pertandingan yang akan datang melawan Southampton dan sementara tidak memikirkan tentang Bernabeu.

"Pada hari Sabtu kami akan menghadapi Southampton dan jika kami terus bermain seperti ini, kami tidak akan mendapatkan satu poin pun," ujarnya.

Tuchel mengaku tidak khawatir salah bicara dengan mengatakan kepada para pemainnya bahwa perjalanan Chelsea di Liga Champions sudah berakhir. Pasalnya, dia mengaku itu adalah komentar yang sangat jujur dan dia lebih khawatir tentang Southampton dari pada Real Madrid pekan depan. "Ada fokus saya. Hari ini, apakah ini hidup? Tidak, dengan penampilan ini, tidak," katanya.

"Pertama-tama, kami harus melawan Southampton dan jika kami tidak meluruskan kepala dan kaki kami serta mentalitas kami yang benar, kami tidak akan menang di Southampton dan kemudian pertandingan ini tidak akan berjalan lagi," kata Tuchel.

Tuchel tampak pesimistis melihat pertandingan yang akan datang. Dia mengakui segalanya mungkin terjadi dalam sepak bola. Tetapi, kata dia, berapa banyak klub di sepak bola dunia yang memenangkan apa yang dibutuhkan Chelsea, yaitu selisih tiga gol dan itu tidak sering terjadi.

"Mungkin hanya realistis untuk menjawab seperti ini dan tidak boleh fatalistik dan berpikir bahwa saya memberikan pesan yang salah. Jujur saja, kami duduk di sini setelah 15 menit, kami kompetitif, kami perlu menemukan semangat kompetitif kami, kualitas kami dan kemudian kami dapat berbicara," kata Tuchel.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA