Rabu 06 Apr 2022 21:24 WIB

Ridwan Kamil Bertemu Seniman Butet, Ini yang Dibahas

Kang Emil akan memberikan dukungan penuh untuk melatenkan kitab Babad Padjadjaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) melihat koleksi seni milik Seniman Butet Kartaredjasa di Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (6/4/2022). Kunjungan Ridwan Kamil tersebut merupakan silaturahmi kepada seniman senior Yogyakarta tersebut.
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) melihat koleksi seni milik Seniman Butet Kartaredjasa di Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (6/4/2022). Kunjungan Ridwan Kamil tersebut merupakan silaturahmi kepada seniman senior Yogyakarta tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL--Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil berkunjung ke rumah seniman Butet Kartaredjasa di Dusun Kembaran Desa Tamantirto Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk melakukan dialog budaya antara Jawa dan Sunda.

"Yang pertama saya datang sebagai kawan, dulu pernah tampil bareng sebelum jadi Wali Kota Bandung di berbagai kesempatan, berinteraksi. Kebetulan saya ada waktu luang, mampir memberikan doa, semangat, karena beliau adalah inspirasi kita di bidang kebudayaan," kata Ridwan Kamil usai bertemu Butet di Bantul, DIY, Rabu (6/4/2022).

Baca Juga

Tujuan yang kedua, kata Kang Emil (sapaan akrabnya), melanjutkan komitmennya sebagai kepala daerah dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyusul kunjungan Raja Keraton Yogyakarta itu ke Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, dan menampilkan tarian-tarian Keraton."Dari Jogja (Yogyakarta) luar biasa ke Bandung membawa tarian tarian khusus Keraton yang ternyata inspirasinya dari tanah Sunda, betapa hubungan kedua ini sangat luar biasa baik, cuma kurang terekspose," kata Kang Emil.

Oleh karena itu, dalam tahap dua pada level non-pemerintahan atau dari komunitas ke komunitas, pada tahun 2022 seiring pandemi Covid-19 yang surut, pihaknya ingin ada kerja sama kegiatan antara seniman Yogyakarta mewakili budaya Jawa, dengan seniman Jawa Barat mewakili budaya Sunda."Salah satu yang konkret ternyata ada cerita tentang Padjadjaran Kesundaan dalam satu kitab, kita belum tahu isinya apa, karena semua dalam bahasa Jawa Kuno, saya akan sponsori, biayai untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan nanti kita carikan bentuk bentuk ekspresinya," katanya.

Melalui dialog budaya antara Pemerintah DIY dan Jawa Barat yang kemudian dilanjutkan dengan sesama seniman nantinya diharapkan dapat mendinginkan suhu politik yang kian memanas."Mudah-mudahan dialog budaya ini mendinginkan suhu politik, kan beritanya penuh urusan politik dan panas. Kita Yogyakarta dan Jawa Barat fokus di tengah, memberikan kesejukan-kesejukan supaya imbang. Saya kira tujuan saya ke sini, satu sebagai kawan, dan juga melanjutkan dialog budaya yang sangat diperlukan ini," katanya.

Sementara itu, seniman yang juga aktor teater Indonesia, Butet Kartaredjasa mengaku mendapat kejutan dikunjungi orang nomor satu di Jawa Barat itu setelah lama tidak berjumpa. Dalam perbincangan tersebut muncul ide untuk melakukan rekonsiliasi kultural Jawa dan Sunda."Surprise banget saya ketamuan Kang Emil, kawan lama saya sebelum jadi pejabat, sebagai sesama orang seni, beliau arsitek, ini adalah hal inspiratif yang tercetuskan dalam percakapan ini tentang semacam rekonsiliasi kultural Jawa dan Sunda, karena kalau mengingat sejarah, mitos itu ada ketegangan dua kultur antara Jawa dan Sunda," katanya.

Dalam obrolan tersebut, menurut Butet, Kang Emil akan memberikan dukungan penuh untuk melatenkan kitab Babad Padjadjaran yang kebetulan merupakan salah satu koleksi buku antiknya. Buku kuno bertuliskan aksara Jawa dengan tangan itu didapat dari pedagang antik."Kang Emil dalam rangka berfikir untuk membangun kehangatan Jawa dan Sunda akan memberikan support penuh untuk melatenkan kitab itu supaya bisa dibaca huruf latin untuk nantinya diprosakan dalam narasi-narasi yang bisa dibaca oleh manusia manusia hari ini," katanya.

"Tentu ini akan melibatkan kawan kawan dari sastrawan, penyair menarasikan dalam bentuk prosa, sehingga orang Jawa, orang Sunda bisa membaca nilai-nilai kearifan budaya dari kitab yang ditulis oleh para pujangga Jawa di masa lalu," katanya.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement