Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

OJK Ungkap Produk Keuangan Syariah Semakin Diminati Pemeluk Nonmuslim

Rabu 06 Apr 2022 15:19 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Seorang nasabah Bukopin Syariah melakukan transaksi keuangan di kantor KB Bukopin Mataram di Mataram, NTB.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut para pemeluk non muslim semakin menggemari produk keuangan syariah. Adanya fenomena tersebut muncul karena adanya kesepahaman bersama terkait manfaat yang diperoleh nasabah.

Seorang nasabah Bukopin Syariah melakukan transaksi keuangan di kantor KB Bukopin Mataram di Mataram, NTB. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut para pemeluk non muslim semakin menggemari produk keuangan syariah. Adanya fenomena tersebut muncul karena adanya kesepahaman bersama terkait manfaat yang diperoleh nasabah.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
OJK menyebut produk syariah diminati pemeluk nonmuslim karena manfaatnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut para pemeluk non muslim semakin menggemari produk keuangan syariah. Adanya fenomena tersebut muncul karena adanya kesepahaman bersama terkait manfaat yang diperoleh nasabah. 

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan produk keuangan syariah lebih memberikan keadilan dibandingkan produk keuangan konvensional.

“Keuangan syariah itu banyak yang mengatakan lebih tahan terhadap krisis, lebih memberikan keadilan. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim itu dan juga saudara-saudara kita yang non muslim itu suka dan benar menghayati keuangan syariah baik, bahkan lebih baik dari yang konvensional," ujarnya dalam Webinar Gebyar Safari Ramadan, Rabu (6/4/2022).

Menurutnya kinerja keuangan syariah juga lebih resiliensi atau tahan banting saat krisis pandemi Covid-19. Sarjito menilai momentum emas ini perlu dipertahankan oleh pelaku usaha terkait antara lain memperkuat sisi perlindungan konsumen berbagai layanan produk keuangan syariah. 

“Maka itu, sampaikan sesuai dengan faktanya, kita tidak boleh menceritakan hal yang tidak sesuai dengan faktanya. Ini agar keuangan syariah itu benar-benar menjadi pilihan masyarakat yang mayoritas muslim dan saudara kita yang non muslim," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA