Rabu 06 Apr 2022 12:54 WIB

Korsel akan Tambah Jadwal Penerbangan Internasional

Korsel mencatat tren penurunan kasus Covid-19.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
 Konter check-in ramai dengan pelancong di Bandara Internasional Incheon, di Incheon, Korea Selatan, 01 April 2022, karena bandara kembali ke sistem operasional pra-pandemi sesuai dengan aturan karantina yang dilonggarkan pemerintah.
Foto: EPA-EFE/YONHAP
Konter check-in ramai dengan pelancong di Bandara Internasional Incheon, di Incheon, Korea Selatan, 01 April 2022, karena bandara kembali ke sistem operasional pra-pandemi sesuai dengan aturan karantina yang dilonggarkan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan akan menambah jadwal penerbangan internasional mulai Mei. Korea Selatan telah melonggarkan pembatasan, ketika gelombang varian omicron menurun.

Menteri Dalam Negeri dan Keamanan, Jeon Hae-cheol, mengatakan, mulai bulan depan, pemerintah akan mengizinkan 100 penerbangan mingguan untuk tujuan Amerika Serikat, Eropa, Thailand dan Singapura. Kemudian 100 penerbangan internasional mingguan akan kembali ditambahkan pada Juni, dan 300 penerbangan pada bulan Juli. 

Baca Juga

"Permintaan kunjungan ke luar negeri diperkirakan akan meningkat, karena negara-negara yang telah melewati puncak gelombang omicron telah melonggarkan kebijakan karantina," kata Jeon dalam sebuah pernyataan.

Sejak pandemi, Korea Selatan hanya jadwal penerbangan internasional hanya 420 per minggu. Jumlah tersebut turun dari 4.714 penerbangan per minggu sebelum pandemi. 

Kasus Covid-19 di Korea Selatan telah menurun selama sekitar tiga minggu. Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk menghapus sebagian besar pembatasan terkait pandemi pada akhir bulan ini. Termasuk kewajiban memakai masker di luar ruangan. Keputusan ini diambil setelah pemerintah menetapkan mandat vaksin nasional, dan karantina wajib untuk pelancong dari luar negeri.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan 286.294 kasus baru pada Selasa (5/4/2022). Jumlah ini turun dari rekor 621.328 pada pertengahan Maret. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement