Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Peta Perang Berubah Saat Pasukan Rusia Mundur dari Beberapa Kota Ukraina

Rabu 06 Apr 2022 00:05 WIB

Red: Esthi Maharani

Peta perang Rusia-Ukraina telah berubah setelah pasukan Rusia menarik diri dari beberapa kota

Peta perang Rusia-Ukraina telah berubah setelah pasukan Rusia menarik diri dari beberapa kota

Ukraina mengklaim telah merebut Kiev, termasuk daerah Irpin, Bucha, Hostomel

REPUBLIKA.CO.ID., KIEV -- Peta perang Rusia-Ukraina telah berubah setelah pasukan Rusia menarik diri dari beberapa kota dan tentara Ukraina merebut kembali kendali beberapa wilayah, sementara perang memasuki hari ke-40 pada Senin (4/4/2022).

Situasi di medan perang telah sedikit berubah di tengah klaim bahwa “tentara Rusia tidak dapat melakukan kemajuan di Ukraina,” dan tentara Ukraina merebut kembali beberapa wilayah dan Moskow mengumumkan bahwa “tahap pertama dari operasi militer khusus telah tercapai. "

Seluruh wilayah Kiev, termasuk IrpinBucha, dan Hostomel, direbut kembali dari pasukan Rusia, menurut pernyataan yang dikeluarkan dari otoritas Ukraina dan lembaga resmi.

Melakukan operasi penyisiran untuk membersihkan daerah dari ranjau darat, tentara Ukraina tidak mengizinkan warga sipil untuk mengakses "daerah yang dibebaskan".

Para pejabat memperkirakan bahwa proses pemindahan ranjau darat akan memakan waktu setidaknya 10 hari.

Kota utara Chernihiv mengalami kehancuran berat. Sekitar 70 persen bangunan di Chernihiv rusak. Tentara Rusia juga menarik pasukannya dari wilayah Sumy, tempat bentrokan sengit terjadi.

Baca juga : Zelenskyy Dorong PBB Sidang Kejahatan Perang Rusia

Perang bergeser ke timur dan selatan

Tentara Rusia dilaporkan merelokasi pasukannya ke wilayah timur dan selatan setelah menarik diri dari sekitar Kiev dan Ukraina utara.

Sementara itu, wilayah Kherson di Ukraina selatan dan wilayah di timur negara itu di sepanjang perbatasan Rusia masih dikuasai oleh pasukan Rusia.

Saat perang memasuki hari ke-40, tentara Rusia melancarkan serangan rudal dari laut ke daerah kilang minyak dan depot bahan bakar di kota pelabuhan Odessa, Ukraina selatan.

Tentara Rusia juga meluncurkan serangan peluru artileri dan misil ke wilayah TernopilMykolaiv, Ivano-Frankivsk, Kharkiv, dan Khmelnytskyi.

Baca juga : Rusia Beralih Gunakan Microchip China untuk Dukung Sistem Pembayaran Lokal

Pertempuran sengit juga terjadi di wilayah Donetsk dan Luhansk, di mana tentara Ukraina mengklaim telah memberikan pukulan terhadap tentara Rusia di Kharkiv.

Pasukan Ukraina melanjutkan perlawanannya terhadap militer Rusia di kota Mariupol yang terkepung. Meski Rusia mengklaim bahwa mereka mengendalikan pusat kota, pemerintah Kyiv menegaskan bahwa kota itu masih dipertahankan.

Lebih dari 100.000 warga dikatakan menunggu evakuasi dari Mariupol, yang telah dibombardir selama berminggu-minggu.

Setidaknya 1.417 warga sipil tewas di Ukraina dan 2.038 terluka, menurut perkiraan PBB, dan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.

Lebih dari 4,2 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan jutaan lainnya mengungsi di dalam negeri, menurut badan pengungsi PBB.

Baca juga : Kriminalitas Meningkat, Kriminolog: Akibat Bahan Pokok Melejit Naik

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA