Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

DK OJK Baru Diharapkan Terus Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

Senin 04 Apr 2022 22:10 WIB

Red: Friska Yolandha

Seorang warga melintas di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Jayapura, Papua, Rabu (27/10/2021). Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sekaligus Rektor Universitas Trilogi Mudrajad Kuncoro berharap Anggota Dewan Komisioner-Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) yang baru nantinya dapat terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Seorang warga melintas di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Jayapura, Papua, Rabu (27/10/2021). Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sekaligus Rektor Universitas Trilogi Mudrajad Kuncoro berharap Anggota Dewan Komisioner-Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) yang baru nantinya dapat terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Foto: ANTARA/Indrayadi TH
Calon DK OJK siap melaksanakan fit and proper test pada 5 April-7 April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sekaligus Rektor Universitas Trilogi Mudrajad Kuncoro berharap Anggota Dewan Komisioner-Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) yang baru nantinya dapat terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Menurutnya, selama ini kinerja OJK saat ini sudah baik. 

Ke depan, tugas DK-OJK terpilih memang berat. Namun ia percaya hal itu bisa ditangani dengan baik mengingat nama-nama calon yang ada saat ini dinilainya sangat berkompeten.

Baca Juga

"Untuk calon ketua DK OJK misalnya ada nama Mahendra Siregar dan Darwin Cyril Noerhadi. Di mana keduanya juga sudah punya track record yang baik di sektor keuangan. Saya percaya akan mampu melanjutkan kinerja OJK yang sudah baik," ujar Mudrajad dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/4/2022).

Kemudian ia juga menyoroti untuk posisi calon anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen. Ia berharap siapa pun yang terpilih nanti, mempunyai ketegasan dan komitmen yang jelas untuk melindungi konsumen.

"Supaya sektor keuangan, terutama di IKNB tak mengalami banyak masalah. Juga termasuk dalam menangani masalah fintech maupun keuangan digital yang saat ini memerlukan perhatian yang besar dan menyeluruh," kata Mudrajad.

Anggota DK OJK periode pertama dinilai berhasil memulai dan membangun fondasi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan yang terintegrasi, serta edukasi, dan perlindungan konsumen dengan modal anggaran dan fasilitas yang sangat terbatas.

Sementara, Anggota DK OJK periode kedua sudah bekerja keras melanjutkan tugas DK periode pertama dengan baik melalui penyempurnaan-penyempurnaan kebijakan pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

"Apresiasi besar harus diakui dan disampaikan kepada ADK OJK di periode II, yang telah berhasil membawa industri jasa keuangan melewati masa krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19," ujar Mudrajad.

Nama-nama terpilih calon Anggota DK OJK siap diuji kelayakannya atau fit and proper test di Komisi XI DPR, yang diagendakan pada 5-7 April 2022 mendatang. Dengan begitu, tujuh nama yang terpilih nanti, akan memiliki tugas berat melanjutkan kerja-kerja, serta prestasi yang sudah berjalan dan diraih pimpinan OJK dua periode sebelumnya.

Anggota DPR Komisi XI Kamrussamad menilai kinerja OJK dalam rangka menjaga stabilitas jasa keuangan cukup baik dan sistematis, hal tersebut dapat dilihat dari stabilnya dan bertumbuhnya sektor jasa keuangan hingga triwulan I 2022. "Menurut kami, OJK dengan berbagai kebijakan stimulus turut berperan penting dalam hal pemulihan ekonomi nasional serta membantu pemerintah dalam pengendalian COVID-19," ujar Kamrussamad.

Selain itu kebijakan OJK untuk memberlakukan restrukturisasi kredit dan pembiayaan pada masa pandemi COVID-19, menurut Kamrussamad, sangat membantu masyarakat dan pemerintah karena bisa memberikan kelonggaran atau relaksasi kredit sektor usaha. "Kebijakan tersebut sangatlah membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Namun harus disiapkan mitigasi khusus menjelang Maret 2023 terhadap NPL," katanya.

Kebijakan OJK setelah berakhirnya pandemi, menurut dia, harus bisa dijawab oleh para anggota DK OJK yang baru terpilih nanti. "Untuk itu, OJK harus terus menyiapkan optimalisasi dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan," kata Kamrussamad.

Ia juga berharap calon anggota DK OJK yang nantinya mengedepan jiwa nasionalisme dan idealisme, dalam menjalankan tugas serta fungsinya dalam mengawasi dan mengatur sektor jasa keuangan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA