Senin 04 Apr 2022 17:14 WIB

QRIS Segera Hadir di Arab Saudi

Saat ini QRIS sudah diujicobakan di Malaysia dan Thailand.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi penggunaan Qris.
Foto: Www.freepik.com
Ilustrasi penggunaan Qris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Quick Response Indonesia Standard (QRIS) terus melakukan ekspansi hingga keluar negeri. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Filianingsih Hendarta menyampaikan QRIS kini sudah diujicobakan di Malaysia dan Thailand.

"QRIS cross border sudah dimulai dengan Thailand dan Malaysia, dan ada beberapa negara yang saat ini sedang diskusi intens salah satunya Saudi Arabia, jadi nanti umrah dan haji itu tidak perlu bawa uang tunai," katanya dalam Taklimat Media BI, Senin (4/4/2022).

Baca Juga

QRIS Cross Border adalah salah satu dari pengembangan fitur QRIS untuk fasilitasi pembayaran antar-negara sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke money changer. Ini dilakukan baik inbound maupun outbound dengan skema Local Currency Settlement (LCS).

Selain QRIS Cross Border, BI juga kembangkan QRIS consumer presented mode. Artinya, tidak hanya konsumen yang bisa scan kode barcode merchant, tapi juga merchant bisa scan kode barcode konsumen.

Selain itu, ada juga fitur TTS atau transfer, tarik, setor. Dengan fitur ini, QRIS tidak hanya digunakan untuk membayar transaksi tapi juga untuk transfer, tarik, dan setor uang. Ini akan membantu user untuk top up saldo dan pengisian tabungan atau sumber dana.

"Kita juga kembangkan sumber dananya tidak hanya dari tabungan atau dompet digital, tapi juga kartu kredit dan kredit PayLater," katanya.

Fili mengatakan, penyesuaian limit QRIS juga telah dilakukan dari semula Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta. Mengingat QRIS akan ekspansi hingga ke 250 mall dan pasar. Ini akan mendukung program elektronifikasi transaksi pemerintah dan UMKM juga.

Fili mengatakan, transaksi pemerintah daerah seperti pembayaran pajak, hingga pembayaran STNK juga sudah bisa scan QRIS. Maka dari itu nominal transaksi besar perlu difasilitasi agar masyarakat semakin leluasa berbelanja, membayar, berdonasi dengan QRIS saat kebutuhan meningkat.

Terlebih BI punya target untuk meningkatkan jumlah pengguna QRIS hingga 26 juta pada 2022. Fili mengatakan selain jumlah merchant yang terus ditambah, jumlah pengguna dan transaksi juga jadi fokus pada 2022. BI dorong pemilik rekening bank, pengguna akun di penyelenggara sistem pembayaran, dan infrastruktur terkait lainnya untuk gunakan QRIS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement