Senin 04 Apr 2022 11:32 WIB

Obama Kembali Kunjungi Gedung Putih

Obama merayakan keberhasilan ACA memperluas asuransi kesehatan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
 Mantan Presiden AS Barack Obama akan kembali ke Gedung Putih untuk merayakan keberhasilan Affordable Care Act and Medicaid (ACA) dalam memperluas asuransi kesehatan yang terjangkau untuk jutaan warga AS.
Foto: AP/Alberto Pezzali
Mantan Presiden AS Barack Obama akan kembali ke Gedung Putih untuk merayakan keberhasilan Affordable Care Act and Medicaid (ACA) dalam memperluas asuransi kesehatan yang terjangkau untuk jutaan warga AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan kembali ke Gedung Putih pada Selasa (5/4/2022). Kunjungan itu untuk menghadiri acara publik pertamanya di Gedung Putih sejak dia meninggalkan jabatan presiden pada 2017.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada Ahad (3/4/2022), bahwa Obama akan bergabung dengan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Mereka akan menyampaikan sambutan dalam merayakan keberhasilan Affordable Care Act and Medicaid (ACA) dalam memperluas asuransi kesehatan yang terjangkau untuk jutaan warga AS.

Acara ini merupakan bagian dari upaya Biden untuk mengalihkan fokus pemerintahan ke masalah keuangan yang secara langsung memengaruhi kebutuhan AS. Sementara pertumbuhan pekerjaan stabil sejak Biden menjabat, inflasi berada pada level terburuk dalam satu generasi.

Gedung Putih mengatakan Biden akan mengambil tindakan tambahan untuk lebih memperkuat ACA. Pemerintahan saat ini ingin menyelamatkan keluarga dengan ratusan dolar AS sebulan untuk perawatan kesehatan.

Menteri Kesehatan AS Xavier Becerra dan anggota Kabinet Biden lainnya akan menghadiri acara yang mendatangkan Obama. Obama menandatangani aturan tersebut 12 tahun yang lalu.

Sejak meninggalkan kantor, mantan Presiden itu telah berulang kali menggembar-gemborkan ACA, bahkan di wilayah dengan pendukung Partai Republik, meski belum memperluas asuransi kesehatan untuk warga kurang mampu ke orang dewasa. Lonjakan minat datang setelah pemerintahan Biden dan Kongres telah memompa lebih banyak sumber daya ke dalam program tersebut.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement