Senin 04 Apr 2022 10:57 WIB

Gubernur Sumbar Sahur di Rumah Warga Kurang Mampu di Pesisir Selatan

Pemprov Sumbar memberi bantuan bedah rumah Rp 25 juta dan pengobatan terapi stroke.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi makan sahur di rumah warga kurang mampu.
Foto: Antara
Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi makan sahur di rumah warga kurang mampu.

REPUBLIKA.CO.ID, PESISIR SELATAN -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi makan sahur di rumah Sabar Ahmad (60 tahun), warga kurang mampu di Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan pada Senin (4/4/2022). Kegiatan itu sekaligus untuk meninjau langsung kondisi warganya dan memberikan bantuan.

"Kita mengunjungi dan melihat langsung kondisi masyarakat kurang mampu, mendengarkan keluhan dan aspirasinya sekaligus memberikan bantuan," katanya saat ditemui di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar, Senin.

Bantuan yang diberikan, di antaranya bedah rumah dengan anggaran Rp 25 juta. Kemudian bantuan pengobatan terapi karena Sabar Ahmad sedang mengidap penyakit stroke dan tidak bisa beraktivitas dengan normal. "Kondisi rumah Pak Sabar saat ini banyak yang bocor, tidak punya kamar dan tidak ada sumber air bersih. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman," kata Mahyeldi.

Dia berharap, dengan terapi yang akan diusahakan, kondisi Sabar Ahmad bisa membaik dan beraktivitas dengan normal. "Kasihan beliau hidup sendiri menduda dan dalam keadaan stroke. Mudah-mudahan bantuan ini memberikan semangat baru bagi Pak Sabar," kata Mahyeldi.

Kunjungan Mahyeldi dan tim Singgah Sahur di Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, tidak disangka-sangka oleh masyarakat sekitar. Sabar Ahmad bahkan tidak percaya bahwa rumahnya yang apa adanya akan dikunjungi gubernur.

Orang nomor satu di Sumbar itu bersama tim juga membawa nasi kotak dan buah untuk sahur bersama dalam ruangan sederhana tanpa sekat seluas 4x5 meter. Sabar Ahmad mengaku, sudah menderita stroke sejak tiga tahun terakhir. Dua istrinya telah diceraikan sehingga ia harus hidup sendirian dalam sakit yang dideritanya.Sesekali anaknya yang tinggal di Kota Padang datang berkunjung.

Namun, karena harus bekerja mencari nafkah keluarga, sang anak tidak bisa tinggal lama. Anaknya yang lain juga sedang merantau ke Jawa. Beruntung masih ada sanak keluarga yang mau membantu demikian juga warga sekitar. Sabar pun berterima kasih atas bantuan tim Singgah Sahur Pemprov Sumbar yang akan memperbaiki kondisi rumahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement