Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Minibus Kecelakaan di Pantura Melaju 80 Km/Jam

Ahad 03 Apr 2022 20:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Minibus Toyota Avanza bernopol G 1031 CC menabrak sebuah truk tangki yang sedang menambal ban di bahu jalan Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon Jawa Barat. Seluruh korban tewas berasal dari kendaraan Avanza.

Minibus Toyota Avanza bernopol G 1031 CC menabrak sebuah truk tangki yang sedang menambal ban di bahu jalan Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon Jawa Barat. Seluruh korban tewas berasal dari kendaraan Avanza.

Foto: Wikipedia
Enam orang tewas akibat kecelakaan di Pantura.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kasatlantas Polresta Cirebon, Polda Jawa Barat Kompol Alan Haikel mengatakan minibus yang terlibat kecelakaan lalu lintas mengakibatkan enam orang tewas di Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon. Minibus saat itu melaju dengan kecepatan 80 km per jam dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Diduga kecepatan minibus ini (yang terlibat kecelakaan) mencapai 80 km per jam," kata Alan, Ahad (3/4/2022)

Baca Juga

Alan mengatakan minibus yang terlibat kecelakaan itu membawa enam orang termasuk pengemudi. Keenamnya tewas, tiga di rumah sakit dan tiga lainnya meninggal di tempat.

Untuk kronologi kecelakaan, kata Alan, kendaraan minibus Toyota Avanza G 1031 CC melaju dari arah barat menuju ke timur. Setibanya di lokasi pengemudi diduga mengantuk, dan menabrak bagian belakang truk tangki yang sedang tambal ban di bahu jalan.

Menurutnya, dari hasil olah TKP, kendaraan minibus tersebut melaju dengan kecepatan kurang lebih 80 km per jam, terlihat dari kondisi kendaraan yang rusak parah. "Kemungkinan besar mengantuk, karena minibus ini menabrak mobil yang sedang ada di bahu jalan," ujarnya pula.

Alan menambahkan saat ini semua korban sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan identifikasi oleh petugas. Menurutnya, dari kartu tanda penduduk (KTP) keenam korban merupakan warga Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Kami masih identifikasi, dan mencocokkan KTP serta keterangan pihak keluarga, karena kami tidak bisa mengekspose, kalau belum jelas," katanya lagi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA