Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Perekrut Indra Kenz di Binomo Ditetapkan Tersangka

Ahad 03 Apr 2022 18:59 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Indira Rezkisari

Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka.

Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Brian Edgar Nababan, selaku manajer development Binomo, sudah ditetapkan tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mabes Polri menetapkan satu lagi tersangka terkait kasus penipuan binary option trading Binomo. Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Mabes Polri mengumumkan, Brian Edgar Nababan, selaku manajer development Binomo, sebagai tersangka.

Kini kasus tersebut, sudah menjerat dua tersangka, setelah penyidik menahan Indra Kenz, afiliator aplikasi investasi bodong tersebut. Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Whisnu Hermawan mengatakan, tim penyidik menetapkan Brian Edgar sebagai tersangka, sejak Jumat (1/4/2022) lalu.

Baca Juga

“Yang bersangkutan (Brian Edgar Nababan) ditangkap, dan ditetapkan tersangka, dan langsung dilakukan penahanan,” kata Whisnu kepada Republika, Ahad (3/4/2022). Penahanan, kata Whisnu dilakukan selama 20 hari sejak penetapan, untuk proses penyidikan.

Untuk sementara, kata Whisnu, Brian Edgar ditersangkakan dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2), dan Pasal 45 A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-undang (UU) 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penyidik juga menyertakan sangkaan Pasal 3, dan Pasal 5, dan Pasal 10 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan Pasal 378 KUH Pidana, juncto Pasal 55 KUH Pidana.

“Ancamannya bisa mencapai 20 tahun penjara,” begitu kata Whisnu.

Brigjen Whisnu menerangkan, antara tersangka Brian Edgar, dan tersangka Indra Kenz satu paket dalam kasus Binomo. Kata dia, jika selama ini Indra Kenz, adalah selaku afiliator yang mempromosikan penipuan, dan investasi bodong tersebut lewat akun-akun media sosial.

Sedangkan Brian Edgar adalah tersangka sebagai developer dari aplikasi Binomo. “Yang bersangkutan juga adalah pihak yang melakukan perekrutan afiliator, dan para influencer untuk menjadi afiliator,” begitu kata Whisnu.

Kegiatan tersangka Brian Edgar mencari, dan menawarkan Binomo ke para influencer dilakukan sejak 2019. “Untuk menjadi afiliator Binomo, dengan sistem bagi hasil atas keuntungan,” begitu kata Whisnu.

Brian Edgar, dikatakan Whisnu, juga diketahui sebagai pihak yang mendaftar Binomo pada  perusahaan Rusia 404 Group. “Tersangka Brian Edgar Nababan juga pernah mengirimkan uang sebagai dana sebesar Rp 120 juta kepada tersangka Indra Kenz pada Februari 2021,” ujar Whisnu.

Baca juga : Lord Adi Serahkan Uang Pemberian Indra Kenz ke Penyidik Bareskrim

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA