Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Jadi Syarat Mudik, Tren Vaksinasi Booster Meningkat Drastis

Ahad 03 Apr 2022 17:01 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari

Warga mengantre duduk lesehan untuk mengikuti vaksin booster COVID-19 di bawah jembatan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (2/4/2022). Vaksinasi yang diselenggarakan Polri diikuti warga sekitar dan pedagang Ciputat yang berencana akan mudik lebaran.

Warga mengantre duduk lesehan untuk mengikuti vaksin booster COVID-19 di bawah jembatan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (2/4/2022). Vaksinasi yang diselenggarakan Polri diikuti warga sekitar dan pedagang Ciputat yang berencana akan mudik lebaran.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Laju vaksinasi booster naik jadi 700 ribu per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengakui tren vaksinasi dosis ketiga atau booster meningkat seiring dengan diberlakukannya booster menjadi salah satu syarat mudik lebaran 2022. Siti Nadia mengatakan, tren kenaikan itu terlihat dari jumlah laju penyuntikkan dosis ketiga per hari.

"Kalau lihat laju penyuntikan untuk dosis ketiga ada peningkatan ya, yang awalnya sekitar 400 ribu per hari menjadi sekitar 700 ribu per hari," ujar Siti Nadia saat dikonfirmasi, Ahad (3/4/2022).

Baca Juga

Siti Nadia berharap peningkatan jumlah masyarakat yang mendatangi sentra vaksinasi sebagai upaya untuk memproteksi diri mencegah penularan Covid-19 saat mudik. Sebab, risiko penularan Covid-19 selama masa mudik cukup tinggi, khususnya bagi masyarakat kelompok rentan.

"Semoga masyarakat lebih paham dengan booster akan menambah proteksi diri kita dan kelompok yang rentan karena risiko penularan saat mudik. Jadi bukan hanya karena sebagai syarat perjalanan," kata Siti Nadia.

Ia juga memastikan, kesiapan stok vaksinasi nasional seiring dengan tren peningkatan masyarakat yang akan divaksin. "Cukup, kita ada 50 juta dosis vaksin," katanya.

Berdasarkan data vaksinasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan hingga 3 April pukul 12.00 WIB, vaksinasi dosis kesatu total ada 196.872.209, lalu vaksinasi dosis dua atau lengkap dengan 159.988.167, dan booster dengan 23.636.221.

Selama beberapa waktu terakhir, jumlah masyarakat yang melakukan vaksinasi Covid-19 terus meningkat mulai dari dosis satu, kedua maupun booster. Misalnya tren kenaikan vaksinasi dosis satu sejak tanggal 31 Maret naik sekitar 179.599 suntikan, lalu 1 April naik 184.834 suntikan. Sementara pada 2 April dan 3 April yang merupakan hari libur kenaikan masing-masing sekitar 132.237 dan 21.872 suntikan.

Untuk vaksinasi dosis kedua pada 31 Maret alami kenaikan 299.285 suntikan, lalu pada 1 April 361.232, pada 2 April 264.499 suntikan, dan pada hari ini bertepatan hari libur juga hanya sekitar 37.176 suntikan.

Sedangkan booster pada 31 Maret naik 487.081 suntikan, pada 1 April 798.874 suntuikan, pada 2 April bertambah 560.231 suntikan, sedangkan per Ahad hari ini hanya 61.739 suntikan.

Hari ini Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022 tentang pelaku perjalanan mudik lebaran tahun ini. Terdapat ketentuan pemudik yang bisa mudik tanpa syarat testing Covid-19. Mereka yakni pemudik yang sudah vaksin booster dosis ketiga.

Namun, bagi yang menerima vaksin dosis kedua tetap mensyaratkan tes antigen dengan sampel diambil dalam kurun 1 x 24 jam, atau PCR 3 x 24 jam. Khusus yang baru menerima dosis pertama tetap mensyaratkan PCR dalam kurun 3 x 24 jam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA