Sabtu 02 Apr 2022 11:40 WIB

Eks PKI dan Keturunannya, Disudutkan atau Ditarik ke Lingkaran?

Karakter ideologi selalu berubah-ubah termasuk Komunisme

Ilustrasi Defile pasukan TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengusulkan agar anak keturunan PKI bisa mendaftar TNI.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Ilustrasi Defile pasukan TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengusulkan agar anak keturunan PKI bisa mendaftar TNI.

Oleh : Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015 dan mantan Waka BIN

REPUBLIKA.CO.ID, “Panta Rhei Uden Mene,” kata filsuf Herakleitos , tidak ada satupun di alam  semesta yang tidak berubah, semua bergerak dan berubah. Dalam khazanah pengetahuan Islam, semua yg ada di dunia bersifat fana, hanya Allah SWT yang baqa atau abadi. 

Jenderal Andika Perkasa , lulusan Universitas di Amerika ketika membolehkan keturunan PKI ikut test masuk TNI, tampaknya ingin memberikan “pesan strategis “. TNI harus menjadi perekat bangsa sehingga Indonesia mampu mengantisipasi perobahan dunia yang sedang berlangsung sangat cepat. 

Baca Juga

Berbagai jenis Ideologi politik didunia sedang mengalami perubahan seperti Komunisme, Sosialisme, Liberalisme, dan Islamisme ( Islam politik ), dan lain-lainnya. Dalam tulisan ini, sesuai tema tulisan, akan dikupas ideologi kiri cq (casu quo, Komunisme). Sejauh mana perubahan dan pengaruhnya terhadap komunis Indonesia secara singkat? 

Komunisme merupakan perpaduan antara ajaran Marx dengan ajaran Lenin. Meskipun Presiden Mesir Gamal Abdul Naser mengikuti garis pemikiran Marx, tetapi karena dipadukan dengan Pan Arabisme, maka tidak dapat disebut dengan komunisme, tetapi Naserisme.  

Demikian juga Sukarno, meskipun mengambil ajaran Marx sebagai landasan berpikirnya tetapi karena memadukan  dengan nilai ke Indonesiaan, ajarannya disebut “ Marhaenisme “, atau Sukarnoisme. Baik pandangan Naser maupun Sukarrno lebih tepat disebut Sosialisme, bukan Komunisme. 

Partai Komunis Rusia saat ini hanya menduduki rangking ke-8, sedangkan yang berkuasa di Rusia sejak 1991 adalah Partai Rusia Bersatu dibawah  pimpinan Vladimir Putin.

Sedang Partai Komunis Cina ( PKC ) yang berkuasa China Daratan tidak lagi memasukkan Leninisme-Maoisme sebagai ideologinya.

Baca juga: Fakta Manfaat Medis Puasa yang Tak Terbantahkan dan 7 Saran Konsumsi Sehat

PKC mendasarkan pada Marxisme dengan nilai nilai budaya China. Kedua negara itu menerapkan ekonomi pasar bebas, izinkan milik pribadi dan penanaman modal asing serta memberikan kebebasan beragama. 

Di RRC, Partai Komunis China lebih mempunyai fungsi untuk mengendalikan  kekuasaan ketimbang mengedepankan ideologi. Setahu saya hanya Partai Komunis Kuba yg mempertahankan Marxisme dan Leninisme sebagai dasar ideologinya dan mungkin satu satunya yang layak disebut Partai komunis.

Sedangkan Korea Utara, yang sering disebut negara komunis, tetapi  ideologinya disebut  dengan  Juche“ atau “Berdikari “, yang digagas Bapak Negara Kim Il Sung.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement