Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Transformasi Bisnis Genjot Ebitda Pupuk Indonesia

Jumat 01 Apr 2022 23:12 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau Ebitda yang cukup signifikan pada 2021. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan nilai Ebitda tersebut mencapai Rp 13,91 triliun atau meningkat sebesar 41 persen dari 2020 yang sebesar Rp 9,81 triliun.

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau Ebitda yang cukup signifikan pada 2021. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan nilai Ebitda tersebut mencapai Rp 13,91 triliun atau meningkat sebesar 41 persen dari 2020 yang sebesar Rp 9,81 triliun.

Foto: Pupuk Indonesia
Kinerja ebitda Pupuk Indonesia di 2021 capai Rp 13,91 triliun naik 41 persen yoy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau Ebitda yang cukup signifikan pada 2021. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan nilai Ebitda tersebut mencapai Rp 13,91 triliun atau meningkat sebesar 41 persen dari 2020 yang sebesar Rp 9,81 triliun.

"Program transformasi yang dilakukan telah menimbulkan dampak yang positif terhadap peningkatan Ebitda dibandingkan baseline 2020," ujar Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika di Jakarta, Jumat (1/4).

Wijaya memaparkan total Ebitda uplift dari program transformasi mencapai Rp 1,030 triliun. Angka tersebut berasal dari program-program seperti transformasi digital, retail management, program Makmur, sentralisasi pengadaan dan pemasaran, optimalisasi asset, dan program digitalisasi rantai pasok. 

Wijaya menjelaskan salah satu pilar strategi perusahaan adalah menjadi perusahaan yang lebih customer centric atau fokus pada pelanggan. Melalui strategi ini, Pupuk Indonesia berupaya menjadi perusahaan yang semakin memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan, termasuk memberikan pelayanan lengkap kepada pelanggan, khususnya petani. 

"Lewat pogram retail management, kami memperkenalkan dan memudahkan akses produk-produk nonsubsidi kepada petani, memberikan benefit model bagi kios dan distributor, serta meningkatkan program kerjasama promosi dengan kios-kios dan yang terpenting adalah meningkatkan jaminan ketersediaan produk di kios," ucap Wijaya.

Wijaya menyebut program retail management dan juga program Makmur berkontribusi besar terhadap peningkatan penjualan pupuk retail, yaitu total sebesar 390 ribu ton urea dan 247 ribu ton NPK. Wijaya menilai torehan apik juga ditopang oleh dengan digitalisasi di berbagai bidang yang turut meningkatkan efisiensi rantai pasok serta perubahan model bisnis menjadi activist holding yang dapat menyelaraskan operasional anak perusahaan dengan strategi holding. Wijaya mengatakan program lain yang berkontribusi besar terhadap Ebitda uplift ini ialah sentralisasi pengadaan dan pemasaran. 

"Lewat program ini, kami dapat lebih baik mengoptimalisasi rantai pasok di perusahaan, mulai dari pengadaan bahan baku, jadwal perbaikan pabrik, permintaan pasar, potensi ekspor dan lain sebagainya. Sehingga baik proses pengadaan bahan baku maupun penjualan produk betul-betul memberikan hasil yang optimal," sambung Wijaya.

Wijaya menambahkan peningkatan Ebitda juga didorong program transformasi digital seperti implementasi data science, optimalisasi distribusi dan pergudangan (logistik) dengan menggunakan tools digital, pemanfaatan aplikasi digital penebusan pupuk komersil online Retail Management System (RMS) di berbagai daerah, hingga digitalisasi monitoring rantai pasok.

Ke depan, lanjut Wijaya, Pupuk Indonesia akan terus merealisasikan berbagai program transformasi bisnis lainnya untuk meningkatkan Ebitda, antara lain dengan terus mendekatkan diri dengan pelanggan dan meningkatkan realisasi penjualan pupuk retail komersil, memperluas program Makmur menjadi 250 ribu hektare, hingga diversifikasi usaha produk nonpupuk dengan melakukan revamping pabrik PT Pupuk Kaltim (PKT-2), operasional pabrik Ammonium Nitrate PKT, serta pabrik NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). 

"Selain itu, upaya peningkatan Ebitda ini juga akan kami lakukan melalui sejumlah penghematan, yaitu melalui Cost Reduction Program atau CRP di berbagai lini," kata Wijaya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA