Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Bek Tengah City Sebut MU Cemburu dengan Kesuksesan City

Jumat 01 Apr 2022 18:46 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Muhammad Akbar

Aymeric Laporte dari Manchester City merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Norwich City di stadion Etihad di Manchester, Inggris, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Aymeric Laporte dari Manchester City merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Norwich City di stadion Etihad di Manchester, Inggris, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Foto: AP/Rui Vieira
Manchester City berhasil meraih tiga kali gelar juara dalam empat musim terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Bek tengah Manchester City, Aymeric Laporte, menyindir kegagalan Manchester United dalam memboyong trofi bergengsi setidaknya dalam lima musim terakhir.

Sebaliknya, The Citizens selaku rival sekota United justru bergemilang sukses dalam empat tahun terakhir. Dua klub asal Kota Manchester itu memang seolah menapaki jalan berbeda dalam empat tahun terakhir.

Sementara The Citizens mampu meraih total 11 trofi dalam periode tersebut, United tidak pernah sekalipun bisa menambah trofi baru di dalam lemari piala.

Secara khusus, di pentas Liga Primer Inggris, City berhasil meraih tiga kali gelar juara dalam empat musim terakhir, termasuk saat mengakhiri Liga Primer Inggris di puncak klasemen pada musim lalu.

Alhasil, bisa dibilang, Manchester City menjadi tim terbaik di Kota Manchester pada saat ini. Laporte pun menilai, banyak klub lain yang berharap The Citizesn mengalami kegagalan.

Kesuksesan The Citizens, tutur bek tengah asal Spanyol itu, telah mengganggu klub-klub, tidak terkecuali rival sekota City, Manchester United. Setan Merah dinilai cemburu dengan kesukesan The Citizens tersebut.

''Mungkin bukan karena mereka bosan dengan kami, tapi karena mereka merasa aneh melihat kami selalu menang. Jika tidak salah, kami telah meraih 11 trofi dalam empat tahun terakhir.”

“Hal itu bisa sangat mengganggu buat tim lain, seperti 'tetangga' kami yang tidak pernah menjuarai apapun,'' tutur Laporte dalam wawancara dengan The Guardian, Jumat (1/4).

Kecemburuan United itu, ujar Laporte, semakin besar dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Setan Merah untuk bisa meraih kesuksesan. Salah satunya adalah gelontoran dana besar untuk bisa mendatangkan pemain anyar demi meningkatkan kualitas permainan tim utama Setan Merah.

Sebagai contoh, pada awal musim ini, United diketahui telah membelanjakan dana lebih dari 100 juta euro untuk bisa merekrut pemain, termasuk mendatangkan Jadon Sancho, Raphael Varane, dan Cristiano Ronaldo.

Namun, United justru sudah dipastikan gagal meraih trofi pada musim ini. ''Selain itu, kami juga berasal dari satu kota. Mereka memiliki suporter yang begitu banyak.”

“Mereka juga telah mengeluarkan dana (transfer) yang banyak. Hal itu membuat mereka semakin sulit memahami (keberhasilan City meraih kesuksesan),'' tutur Laporte.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA