Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Kapolda Metro Jaya akan Berantas Peredaran Petasan dan Mercon

Kamis 31 Mar 2022 16:53 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini

Pedagang petasan, ilustrasi

Pedagang petasan, ilustrasi

Foto: Republika/Thoudy Badai
Petasan mercon dapat mengganggu kekusyukan masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meminta Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Kombes Hirbak Wahyu Setiawan memberantas peredaran petasan dan mercon. Hal itu termasuk mengawasi distribusi petasan itu hingga ke hulunya.

"Pak Hirbak tolong nanti hulunya, rata-rata kan kembang api sekarang bukan lagi dari Tegal sana, bukan dari Indramayu, mungkin bisa dikontrol ini terkait dengan distribusi Mercon ini," pinta Fadil dalam acara Tactical Floor Game terkait pengamanan bulan Ramadhan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2022). 

Baca Juga

Fadil menilai penggunaan petasan atau mercon dapat mengganggu kekusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Karena itu, ia juga meminta seluruh jajarannya benar-benar menertibkan dan memberantas peredaran petasan yang marak selama bulan puasa.

"Iya kan tidak asyik tuh orang lagi taraweh tiba-tiba ada mercon bunyi kanan kiri. Ini tambahan aja. Itu kan di bibitnya tempat jualan kembang api dan mercon itu kan sudah ada," tutur Fadil.

Dalam kesempatan itu, Fadil juga memberikan pengarahan kepada jajarannya untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia memerintahkan agar Polres jajaran memberikan pengamanan terbaik di bulan puasa. 

"Saya minta Kapolres dan pejabat utama Polda Metro Jaya, kita harus membantu habis pengamanan dan wilayah di DKI Jakarta ini agar suasana aman, dan nyaman bisa betul-betul terbangun," tegas Fadil.

Karena itu, Fadil berharap jajarannya melakukan persiapan pengamanan secara maksimal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi setiap gangguan Kamtibmas selama bulan Ramadhan. Hal itu mulai dari penggunaan petasan, balapan liar, tawuran, sahur on the road atau SOTR dan juga ngabuburit.

"Saya tidak mau terkesan kita tidak berdaya, tidak mampu, dan tidak bisa antisipasi gangguan Kamtibmas," kata Fadil.

Maka dengan demikian, Fadil meminta agar jajarannya melakukan pendekatan yang tidak biasa-biasa saja. Karena bagi dirinya, pendekatan yang biasa tidak cukup untuk mengantisipasi setiap gangguan Kamtibmas.

"Saya warning, Kabag Ops sampaikan ke seluruh Kapolsek tidak ada tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan dengan pendekatan biasa-biasa saja, karena akan saya evaluasi," pinta Fadil. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA