Kamis 31 Mar 2022 02:34 WIB

J99 Foundation Luncurkan Aplikasi Ruang Ngaji

Platform berisikan informasi dan edukasi agama Islam.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
J99 Foundation Luncurkan Aplikasi Ruang Ngaji (ilustrasi).
Foto: Muhammad Rizki Triyana/RepublikaTV
J99 Foundation Luncurkan Aplikasi Ruang Ngaji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- J99 Foundation meluncurkan aplikasi Ruang Ngaji. Dalam aplikasi ini, masyarakat bisa memanfaatkan untuk belajar mengaji secara langsung dengan guru-guru yang sudith terdaftar. 

“Hari ini Kita meluncurkan aplikasi edukasi bernama 'Ruang Ngaji'. Ruang Ngaji adalah sebuah karya anak bangsa, berupa platform berisikan informasi dan edukasi agama Islam," Kata Ketua J99 Foundation, Wahyu Febrian, dalam acara peluncuran Aplikasi Ruang Ngaji by J99 Foundation, Rabu (30/3/2022). 

Baca Juga

Ia menyebut, dalam pelaksanaannya Ruang Ngaji melakukan kerja sama dengan guru ngaji di daerah-daerah, untuk mengisi kelas-kelas yang telah disediakan. 

Tidak hanya menyediakan fitur seputar Alquran dan mengaji, di dalamnya tersedia beragam fitur lain, seperti katalog dzikir, penanda kiblat dan informasi jadwal adzan.

Lebih lanjut, ia mengatakan tim J99 Foundation akan terus berupaya memperbarui fitur-fitur yang ada di aplikasi, guna memudahkan masyarakat dalam belajar agama di mana pun dan kapan pun.

"Semua fitur-fitur yang ada di aplikasi sini bisa diakses secara cuma-cuma sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terganggu oleh iklan saat belajar," lanjutnya.

Terakhir, ia berharap aplikasi ini bisa menjadi teman belajar sekaligus ibadah masyarakat, terlebih beberapa hari lagi umat Muslim akan menjalami puasa. Ia juga mengharapkan kehadiran aplikasi ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang.

Founder J99 Foundation, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari menyebut aplikasi Ruang Ngaji diharapkan bisa menemani hari-hari umat Muslim Indonesia, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga seterusnya.

"Fitur yang ada di aplikasi ini ada banyak, termasuk ceramah online dan belajar tajwid. Aplikasi ini akan menemani hari-hari kita selama Ramadhan dan seterusnya," kata Shandy.

Ia menyebut, ide awal pembuatan aplikasi ini muncul karena melihat kondisi yang serba terbatas di kala pandemi Covid-19. Penyebaran virus ini membuat pergerakan orang terbatas, sementara keinginan untuk belajar mengaji tetap ada.

Karena itu, dibuatlah sebuah aplikasi yang bisa membantu memudahkan masyarakat yang ingin mengaji, tanpa perlu khawatir bertemu banyak orang dan terpapar virus. Selain itu, aplikasi ini juga bisa diakses kapanpun, sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Lebih lanjut, Shandy menyebut proses belajar mengaji melalui aplikasi ini tetap dilakukan tatap muka, dengan menggunakan Zoom.

Gilang Widya menyebut, pihaknya berencana akan bekerja sama dengan 200 guru ngaji untuk mengisi jadwal kelas di aplikasi tersebut.

Turut mengisi konten di aplikasi ini adalah Ustaz Taqy Malik. Ia menjadi pengisi audio murottal Alquran di aplikasi Ruang Ngaji ini.

"Ini adalah pertama kalinya saya murottal Alquran 30 juz secara lengkap dari surah Al-Fatihah sampai surah An-Nas. Di Youtube pun saya belum sampai 30 juz," ujar dia.

Ia pun berharap kehadiran aplikasi tersebut bisa membawa berkah dan kebermanfaatan. Ustaz Taqy mengaku merasa senang bisa ikut berkontribusi menghadirkan sarana dakwah ini bagi umat Muslim di Indonesia.

Sebuah riset pada 2017 menyebutkan, dari 230 juta penduduk Muslim Indonesia 65 persen di antaranya buta huruf Alquran. Karena itu, ia menilai kondisi tersebut adalah PR besar dan berharap adanya aplikasi Ruang Ngaji bisa membantu mengatasinya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement