Selasa 29 Mar 2022 18:46 WIB

Terawan Pasrah: Terserah, Saya Masih Boleh Nginep atau Diusir ke Jalan

Terawan mengaku masih sangat bangga dan merasa terhormat berhimpun di IDI.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ilham Tirta
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama RSPAD Gatot Subroto Letjen TNI A Albertus Budi Sulistya mengungkapkan, hingga kini dokter Terawan Agus Putranto masih menjalankan praktik di RSPAD Gatot Subroto. Namun, ia belum mau berkomentar banyak terkait pemecatan Terawan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Beliau masih berpraktek di RSPAD Gatot Soebroto. Pada saatnya saya selaku Ka RSPAD Gatot Soebroto akan memberikan penjelasan," ujar Albertus saat dikonfirmasi, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, mantan tenaga ahli (TA) Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putranto, Andi, menuturkan, hingga kini Terawan masih bekerja seperti biasa. Kepada dirinya, Terawan mengaku masih sangat bangga dan merasa terhormat berhimpun di IDI.

Menurut Terawan, IDI seperti rumah kedua, menjadi tempatnya bernaung, bersama saudara-saudara sejawat lain. Mantan Menkes itu juga menyinggung soal sumpah dokter yang dijadikan landasan dalam setiap langkah.

"Saya sudah disumpah akan selalu membaktikan hidup saya guna perikemanusiaan, mengutamakan kesehatan pasien dan kepentingan masyarakat," ujar Andi menirukan Terawan, Selasa (29/3/2022).

Soal putusan MKEK, Terawan menyerahkan semuanya kepada rekan sejawatnya. "Biarkanlah saudara-saudara saya yang memutuskan. Apakah saya masih boleh nginep di rumah atau diusir ke jalan," kata Terawan.

Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) Pusat IDI mengeluarkan surat keputusan pemecatan kepada mantan menteri kesehatan dr Terawan Agus Putranto. Status pemecatan dari keanggotaan IDI ini adalah permanen dengan demikian dr Terawan tidak lagi menjadi anggota IDI di masa yang akan datang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement