Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Sebanyak 63 Prodi di UB Ditargetkan Terakreditasi Internasional

Senin 28 Mar 2022 18:52 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Universitas Brawijaya (UB) menjadi perguruan tinggi dengan skor paling atas pada indikator impact ranking versi Webometrics. Indikator ini melesat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Potret salah satu gedung Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang

Universitas Brawijaya (UB) menjadi perguruan tinggi dengan skor paling atas pada indikator impact ranking versi Webometrics. Indikator ini melesat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Potret salah satu gedung Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang

Foto: humas UB
Capaian akreditasi internasional UB dapat meningkatkan reputasi di mata internasional

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Universitas Brawijaya (UB) mengejar target akreditasi internasional tahun ini. Setidaknya sebelum masa jabatan Rektor selesai, 63 program studi terakreditasi internasional harus bisa terselesaikan.

Rektor UB, Profesor Nuhfil Hanani mengatakan, target ini tidak lepas dari rencana jangka panjang UB menjadi universitas kelas dunia. Hal ini berarti salah satu indikatornya adalah reputasi akademik. "Sehingga sudah semestinya program studi diakui dan berstandar internasional,” ungkap Nuhfil.

Baca Juga

Menurut Nuhfil, UB menjadi salah satu perguruan tinggi yang diharapkan Kemdikbud dapat mempercepat realisasi World Class University. Hal ini karena UB dinilai cukup agresif dan progresif di usia yang terbilang masih muda dibanding PTNBH lainnya.

Sebelumnya, program studi yang telah terakreditasi internasional di UB sudah mencapai 41 prodi. Jumlah ini biasanya tiap tahun akan bertambah 10 prodi. Namun khusus pada tahun ini, UB menargetkan 63 prodi. 

"Ini luar biasa sekali, dan bersyukur semua dekan semangat bersama-sama bekerja mempercepat UB meraih status WCU,” jelasnya. 

Menurut Nuhfil, terdapat berbagai manfaat didapatkan dengan adanya akreditasi internasional tersebut. Satu di antaranya UB akan semakin dikenal di kancah internasional sehingga menarik lebih banyak mahasiswa asing untuk berkuliah di UB. Selain itu, diharapkan dengan capaian Akreditasi Internasional bisa berpengaruh pada pemeringkatan dunia. 

Saat ini sudah ada beberapa prodi masuk pemeringkatan berdasarka subyek seperti pertanian, ekonomi, dan kedokteran. Nuhfil berharap akreditasi internasional ini akan menambah subjek yang masuk pemeringkatan, atau meningkatkan peringkat yang sebelumnya.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UB Shinta Hadiyantina menambahkan capaian akreditasi internasional UB dapat meningkatkan reputasi di mata internasional selain memenuhi target IKU 8 Kemendikbudristek. Mahasiswa dapat melakukan transfer kredit perkuliahan karena SKS setara dengan ECTS di Eropa. Selain itu, perolehan status akreditasi internasional akan diajukan konversi menjadi peringkat Unggul ke BAN-PT. Ada banyak lembaga Akreditasi dan Sertifikasi Internasional yang sudah digunakan oleh UB, antara lain ABEST 21, ASIIN,  IABEE, IFT, ACCA dan AUNQA. Kemudian saat ini yang sedang melakukan visitasi akreditasi internasional pada sejumlah fakultas seperti FIB, FH, dan FPIK, yakni AQAS.

Agentur zur Qualitätssicherung an Hochschulen mit Sitz in Köln atau AQAS  merupakan lembaga pemeringkatan internasional yang berbasis di Jerman. AQAS melakukan visitasi akreditasi pada program studi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang dibagi menjadi tiga klaster.

Klaster pertama telah dilakukan visitasi pada Senin hingga Jumat (21/3-25/3/202022) adalah Sastra Jepang, Sastra Cina, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sementara itu, klaster kedua akan dilakukan visitasi pada Mei untuk Program Studi Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Prancis, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Ilmu Linguistik. Untuk klaster tiga yaitu Program Studi Seni Rupa Murni dan Program Studi Antropologi akan dilaksanakan pada Juli 2022.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA