Senin 28 Mar 2022 17:51 WIB

Usai IPO, Laba Bersih Cimory Tumbuh 346 Persen

Pertumbuhan laba bersih Cimory ditopang oleh penjualan Dairy dan Consumer Foods

Rep:   Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Aneka produk susu segar Cimory. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) meraih pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 346 persen menjadi Rp 790 miliar pada 2021 dari Rp 177 miliar pada 2020. Perolehan pendapatan dari penjualan bersih juga mengalami kenaikan sebesar 120 persen menjadi Rp 4,09 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Aneka produk susu segar Cimory. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) meraih pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 346 persen menjadi Rp 790 miliar pada 2021 dari Rp 177 miliar pada 2020. Perolehan pendapatan dari penjualan bersih juga mengalami kenaikan sebesar 120 persen menjadi Rp 4,09 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) meraih pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 346 persen menjadi Rp 790 miliar pada 2021 dari Rp 177 miliar pada 2020. Perolehan pendapatan dari penjualan bersih juga mengalami kenaikan sebesar 120 persen menjadi Rp 4,09 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bersih yang signifikan tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi penjualan dari segmen Dairy dan Consumer Foods. Segmen Dairy mencetak kenaikan penjualan sebesar 120 persen menjadi Rp 2,65 triliun. Sedangkan segmen Consumer Foods mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 119 persen menjadi Rp 1,44 triliun. 

Baca Juga

Direktur Utama Cimory Grup Farell Sutantio mengatakan, pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih pada 2021 merupakan hasil dari fokus perseroan pada inovasi produk dan menciptakan pasar baru di kategori makanan berbasis protein. Pada tahun ini perseroan akan terus berupaya untuk meluncurkan produk makanan yang inovatif, ekspansi saluran distribusi serta berinvestasi di cold chain logistic

"Kami percaya bahwa pasar di Indonesia untuk produk-produk makanan yang inovatif, berkualitas tinggi dan bernutrisi akan berkembang pesat ke depannya," jelas Farell dalam keterangannya dikutip Senin (28/3). 

Total aset Perseroan tercatat meningkat sekitar 416 persen menjadi Rp 5,60 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,08 triliun. Sedangkan, total liabilitas pada 2021 menjadi Rp 907 miliar. Total Ekuitas perseroan tumbuh menjadi sebesar Rp 4,69 triliun pada 2021, dari Rp 734 miliar pada 2020.

Dari sisi arus kas, perseroan berhasil meningkatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus pada 2021 menjadi sebesar Rp 726 miliar, dari Rp 199 miliar pada 2020. Peningkatan yang signifikan pada akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan yang meningkat sebesar 119 persen menjadi Rp 3,78 triliun pada 2021.

Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp 3.66 triliun pada 2021, Perseroan memiliki posisi keuangan yang solid untuk mendukung ekspansi bisnis Perseroan. "Kami sangat senang dengan kinerja kami mengingat situasi yang telah kami hadapi dalam enam bulan terakhir terutama terkait Covid-19," tutur Chief Financial Officer Cimory, Bharat Joshi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement