Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Soroti Pemenuhan Gizi Anak, Megawati: Jangan Diberi 'Chiki' Terus

Senin 28 Mar 2022 16:54 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Reiny Dwinanda

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan secara virtual ketika acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (28/3/2022). Kegiatan demo masak ini digelar untuk menunjukkan betapa Indonesia adalah negara kaya pangan, dan banyak cara untuk mengolah bahan pangan menjadi masakan-masakan yang lezat dan bergizi. Ia mengingatkan agar masyarakat mencukupi kebutuhan gizi anak.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan secara virtual ketika acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (28/3/2022). Kegiatan demo masak ini digelar untuk menunjukkan betapa Indonesia adalah negara kaya pangan, dan banyak cara untuk mengolah bahan pangan menjadi masakan-masakan yang lezat dan bergizi. Ia mengingatkan agar masyarakat mencukupi kebutuhan gizi anak.

Foto: Prayogi/Republika.
Megawati ajak masyarakat mencari alternatif komoditas pangan untuk penuhi gizi anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan asupan gizi anak-anak. Ia mengimbau agar anak-anak tak hanya diberi makan makanan ringan.

"Jadi anak-anak ini jangan diberi chiki-chiki terus. Pasti kenyang, tetapi pertanyaannya adalah menjadi sehat apa tidak? Nah seperti inilah yang ingin sebetulnya saya sharing," ujar Megawati dalam acara Demo Masak Tanpa Minyak Goreng, di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Baca Juga

Megawati kemudian menanggapi kritik publik yang menyebut dirinya tak berempati terhadap langkanya minyak goreng. Ia menjelaskan, pernyataan tersebut dimaksudkan agar para ibu-ibu dapat memastikan asupan gizi anak dan keluarganya.

Megawati menjelaskan, stunting merupakan salah satu permasalahan besar di Indonesia. Tanpa bermaksud melarang penggunaan minyak goreng, ia menyebut masakan yang digoreng tak cukup untuk memenuhi gizi masyarakat.

"Ketika saya hanya dibilang seorang pemimpin yang katanya mengatakan untuk wong cilik, tapi seperti tidak empati terhadap masalah minyak, bukannya demikian. Karena saya ingin menerangkan kembali bahwa makanan itu harus bermanfaat bagi siapa, bagi kita dan keturunan kita," ujar Megawati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA