Senin 28 Mar 2022 06:53 WIB

Ganti Kopi dengan Teh Baik untuk Kesehatan Usus

Kandungan kafein teh lebih rendah dari kopi sehingga lebih sehat bagi usus.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Kandungan kafein teh lebih rendah dari kopi sehingga lebih sehat bagi usus.
Foto: StockSnap.io
Kandungan kafein teh lebih rendah dari kopi sehingga lebih sehat bagi usus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang suka memulai hari dengan minum secangkir kopi atau teh. Memilih antara kedua minuman itu tergantung selera tiap orang, tapi pakar gastroenterologi menyebutkan minuman yang lebih baik untuk kesehatan usus.

Ahli gastroenterologi Niket Sonpal menjelaskan bahwa kopi hitam dan teh sebenarnya tidak jauh berbeda. Keduanya pada dasarnya adalah air yang dicampur dengan kafein serta berbagai agen antiinflamasi dan antioksidan.

Baca Juga

Perbedaannya muncul dalam aspek kadar kafein. Ada orang yang merasa perutnya lebih nyaman setelah minum beberapa jenis teh dibandingkan kopi. Menurut Sonpal, itu karena ada varietas teh tertentu yang kadar kafeinnya rendah.

Sonpal berpendapat, mengganti secangkir kopi dengan beberapa jenis teh baik untuk mikrobioma usus. "Minum teh hijau atau matcha akan memberikan manfaat manfaat kesehatan yang melampaui kopi," ungkap Sonpal, dikutip dari laman Well and Good, Senin (28/3/2022).

Pasalnya, daun teh hijau mengandung antioksidan L-theanine. Penelitian telah membuktikan bahwa antioksidan itu memiliki sifat neuroprotektif, mengurangi risiko demensia, dan membantu meningkatkan memori.

Sementara, meskipun kopi juga tinggi antioksidan, minuman itu tidak mengandung L-theanine. Opsi teh lainnya adalah teh jahe yang dapat memiliki efek menenangkan pada usus sekaligus membantu meredakan gangguan pencernaan.

Ada produk teh lain di pasaran yang bisa dijajal, misalnya teh yang memuat campuran jahe, kunyit, dan lengkuas. Ini sangat ideal untuk pencernaan karena kunyit adalah agen antiinflamasi alami dan lengkuas mengandung antioksidan.

Chief Mission Officer dan Co-Founder Health-Ade, Daina Trout, menyarankan teh fermentasi yang punya khasiat ekstra. Teh fermentasi menawarkan prebiotik, probiotik, dan asam organik yang sehat untuk mikrobioma di usus.

Seseorang bisa mendapatkan peningkatan energi, kekebalan tubuh, suasana hati, juga perlindungan dari peradangan. Trout menyampaikan bahwa teh fermentasi membantu meningkatkan produksi asam butirat.

Asam butirat membantu meningkatkan fungsi sel lapisan usus sehingga dapat mencerna lebih baik. "Ditambah lagi meningkatkan produksi antioksidan glutathione dan meningkatkan pengelolaan gula darah," kata Trout.

Manfaat lain butirat yakni membantu meningkatkan pelepasan dopamin, yang artinya memiliki efek meningkatkan suasana hati. Meski begitu, Trout sepakat bahwa minuman yang cocok di pagi hari juga tergantung dengan kondisi usus setiap orang yang unik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement