Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Komisioner KPAI: Pak Guru Ribut Sosok Guru yang Patut Diacungi Jempol

Senin 28 Mar 2022 06:34 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Agus Yulianto

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti memberikan keterangan kepada wartawan terkait Pak Ribut.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti memberikan keterangan kepada wartawan terkait Pak Ribut.

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Pak Ribut membahas materi pembelajaran Agama Islam yang diujikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti mengapresiasi cara mengajar seorang guru di sebuah Sekolah Dasar Kabupaten Lumajang, Pak guru Ribut Santoso, yang sedang ramai dibahas di media sosial. Pendekatan yang dilakukan guru tersebut dikatakannya sudah baik, bahkan patut diacungi jempol. 

Menurutnya, sebagai pendidik yang tinggal jauh dari kota besar, Pak Guru Ribut mampu mengajar dengan metode kreatif. Semangatnya dalam mengajar dan pendekatannya dengan para siswa membuat peserta didik tampak nyaman belajar bersamanya. 

"Pak Ribut mempraktikkan merdeka belajar mas Menteri Nadiem dengan pendekatan yang para siswanya tampak nyaman dan bisa bicara ceplas-ceplos di hadapannya. Pak Ribut juga terlihat sangat sabar menanggapi ceplas-ceplos siswanya. Bagi saya, pak Ribut sosok guru yang patut diacungi jempol," ujar Retno Listyarti dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (27/3/2022).

Retno yang pernah menjadi pendidik dan kepala sekolah juga melihat para siswa dididik dengan pendekatan yang baik, sehingga mereka menikmati kegiatan belajar mengajar (KBM).  

"Saya sangat mengapresiasi Pak Guru Ribut yang memiliki pendekatan pembelajaran yang bagus, dekat dengan anak-anak dan sabar melayani pertanyaan anak-anak didiknya. Tampak guru dan siswanya sangat menikmati proses pembelajaran yang ditampilkan pak Ribut," katanya. 

Pak Ribut menjadi populer setelah video percakapan dengan siswanya viral di media sosial, bahkan video itu, sampai tanggal 27 Maret sudah dilihat lebih dari 14,3 juta kali. Video itu berisi percakapan antara pak Ribut dengan siswanya yang membahas kisah kaum Sodom dari sejarah Nabi Luth AS. Kontroversi timbul karena beberapa warganet menilai guru itu membahas masalah penyimpangan seksual kaum Sodom. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang juga sempat memanggil pak Ribut untuk dimintai keterangan atas videonya yang viral tentang kaum Sodom. Setelah pertemuan tersebut, Kadisdik Lumajang menyatakan, bahwa cara mengajar Pak Ribut sudah tepat. Hal ini karena pak Ribut membahas materi pembelajaran Agama Islam yang diujikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA